• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Lepas dari Resesi, Ekonomi Hong Kong Melesat Diangka 7,8 Persen

by Redaksi Asiatoday
May 3, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dilanda Gejolak Sosial, Pusat Keuangan Hong Kong Tetap Stabil

Pusat Keuangan Hong Kong. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Setalah lepas dari resesi, ekonomi Hong Kong melesat diangka 7,8 persen secara year-on-year pada kuartal pertama 2021.

Angka pertumbuhan itu meruntuhkan seluruh perkiraan dalam survei ekonom Bloomberg. Meski angka tersebut sebagian besar terdistorsi oleh basis rendah pada tahun lalu ketika ekonomi melambat karena efek lockdown, ekspansi kuartal-ke-kuartal, cerminan yang lebih baik dari momentum pertumbuhan, juga tumbuh mencapai 5,3 persen, jauh di atas perkiraan 0,7 persen.

Hong Kong telah mengalami momentum berat selama dua tahun yang paling menantang secara ekonomi dalam sejarahnya, mencatat kontraksi tahunan berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 2019 dan 2020.

RelatedPosts

Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Hal itu terjadi ketika Hong Kong bergulat dengan gelombang kerusuhan politik, dampak dari konfrontasi Amerika Serikat-China yang memburuk dan pandemi Covid-19.

Perekonomian mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih kuat karena permintaan ekspor naik dan belanja konsumen meningkat. Ekspor melonjak di atas 400 miliar dolar Hong Kong atau USD51,5 miliar untuk pertama kalinya pada Maret, sementara pengangguran turun paling tajam sejak 2003. Penjualan ritel berdasarkan nilai melonjak 30 persen pada Februari, kenaikan pertama dalam ukuran itu sejak Januari 2019.

Sekretaris Keuangan Paul Chan memperkirakan ekonomi akan tumbuh 3,5 persen menjadi 5,5 persen pada 2021.

“Kota ini terus bergulat dengan tingkat vaksinasi yang terus-menerus rendah dari penduduk yang tidak percaya, yang berpotensi menghambat upaya Hong Kong untuk pulih sepenuhnya dari pandemi,” imbuhanya. (ATN).

Tags: Asia BusinessAsia TradeHong KongResesi Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Launches US$20.9 Billion Abadi LNG Megaproject
  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.