• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Limbah Medis Perparah Pencemaran di Teluk Jakarta

by Redaksi Asiatoday
December 31, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Limbah Medis Perparah Pencemaran di Teluk Jakarta

Muara Sungai Marunda Cilincing, Jakarta Utara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi merilis hasil monitoring sampah APD semasa pandemi dalam jurnal Chemosphere berjudul Unprecedented plastic-made personal protective equipment (PPE) debris in river outlets into Jakarta Bay during Covid-19 pandemic.

Hasil riset ini menyimpulkan, sampah medis di muara sungai menuju Teluk Jakarta di masa pandemi Covid-19 mengalami peningkatan.

Riset ini mengidentifikasi tujuh tipe dan 19 kategori sampah menuju Teluk Jakarta melalui Sungai Marunda dan Cilincing. Proses identifikasi ini dikakukan Maret-Apirl 2020.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Menurut Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, M. Reza Cordova, plastik mendominasi sampah di muara sungai sebanyak 46-57 persen dari total sampah yang ditemukan.

“Jumlah sampah secara umum yang sedikit meningkat atau sebesar 5 persen, namun mengalami penurunan berat sebesar 23-28 persen,” jelas dia dalam keterangannya, Kamis (31/12/2020).

Kondisi ini menguatkan indikasi perubahan komposisi sampah semasa pandemi, yaitu meningkatnya sampah berbahan plastik yang relatif lebih ringan.

Reza juga menyebutkan, riset monitoring sampah di muara sungai ini mencatat kehadiran sampah APD, seperti masker medis, sarung tangan, pakaian hazmat, pelindung wajah, jas hujan, yang sangat mencolok dibandingkan dengan sebelum pandemi.

“Sampah APD tersebut menyumbang 15-16 persen dari sampah di kedua muara sungai, yaitu sebanyak 780 item atau 0,13 ton per harinya,” jelasnya.

Reza dan tim berharap, peningkatan sampah APD bisa mendorong perbaikan pengelolaan sampah medis yang bersumber dari rumah tangga. Sebab, sampah APD meningkatkan beban pencemaran.

“Sampah APD meningkatkan beban pencemaran. Tidak menutup kemungkinan sampah tersebut menjadi tempat penempelan mikroorganisme patogen dan bahan berbahaya bagi ekosistem perairan, serta melepas bahan aditif lainnya,” tandasnya. (ATN)

Tags: Limbah MedisLIPIPencemaran LautTeluk Jakarta
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.