• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Lindungi Kekayaan Negara, Malaysia akan Larang Ekspor Rare Earth

by Redaksi Asiatoday
September 12, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lindungi Kekayaan Negara, Malaysia akan Larang Ekspor Rare Earth

Potensi Logam Tanah Jarang (Rare Earth) Malaysia. Dok MCRE

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim siap mengambil langkah tegas dengan memberlakukan kebijakan larangan ekspor bahan mentah logam tanah jarang (rae earth) untuk menghindari eksploitasi dan hilangnya kekayaan negara.

Malaysia adalah sumber bagi sebagian kecil dari cadangan logam tanah jarang di dunia. Survei Geologi AS pada tahun 2019 mencatat perkiraan cadangan logam tanah jarang mencapai 30.000 metrik ton. Namun, keputusan ini muncul ketika dunia berupaya untuk melakukan diversifikasi dari China yang menjadi produsen terbesar di dunia untuk mineral tanah jarang yang digunakan secara luas dalam chip semikonduktor, kendaraan listrik, dan peralatan militer. China diperkirakan memiliki cadangan 44 juta ton.

Melansir Reuters pada Selasa (12/9/2023), Anwar mengatakan bahwa pemerintah akan mendukung pengembangan industri mineral tanah jarang di Malaysia dan pelarangan akan menjamin keuntungan maksimum bagi negara.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Dia tidak mengatakan kapan larangan tersebut akan diberlakukan. Industri tanah jarang diperkirakan akan memberikan kontribusi sebesar 9,5 miliar ringgit (US$2 miliar) kepada produk domestik bruto (PDB) Malaysia pada tahun 2025 dan menciptakan hampir 7.000 lapangan kerja.

“Pemetaan terperinci dari sumber-sumber elemen tanah jarang dan model bisnis komprehensif yang menggabungkan industri hulu, tengah, dan hilir akan dikembangkan untuk mempertahankan rantai nilai tanah jarang di negara ini,” ungkap PM Anwar.

Larangan Malaysia dapat mempengaruhi penjualan ke China yang mengimpor sekitar 8 persen bijih tanah jarang dari Malaysia sejak awal tahun 2023 hingga Juli.

Awal tahun ini, China sendiri mengumumkan pembatasan ekspor sejumlah logam yang digunakan di industri semikonduktor. Tindakan ini dipandang sebagai langkah pembalasan atas pembatasan AS terhadap penjualan teknologi ke China.

Pembatasan ini memicu kekhawatiran bahwa China juga dapat membatasi ekspor mineral penting lainnya termasuk tanah jarang.

Analis Project Blue David Merriman mengatakan dampak dari larangan Malaysia belum dapat diperkirakan karena kurangnya rincian, tetapi larangan terhadap bijih tanah jarang dapat mempengaruhi perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Malaysia.

“Undang-undang ini dapat memiliki beberapa dampak negatif terhadap potensi investasi di Malaysia dari pihak-pihak China, yang telah melihat ke negara-negara Asia lainnya untuk mendapatkan senyawa tanah jarang yang belum diproses atau dicampur sebagai bahan baku untuk fasilitas pemrosesan (tanah jarang) di China selatan,” ujar Merriman. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Logam Tanah JarangMalaysiaRare Earth Element
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.