• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Lockdown Ketat, Kasus Covid-19 di Sydney dan Victoria Mulai Menurun

by Redaksi Asiatoday
July 18, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lockdown Ketat, Kasus Covid-19 di Sydney dan Victoria Mulai Menurun

Kota Sydney, Australia. Dok

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Langkah lockdown yang diterapkan dua negara bagian terbesar di Australia yakni Sydney dan Victoria, efektif menekan laju inflasi Covid-19.

Pada Minggu (18/7/2021), dua negara bagian itu melaporkan mulai terjadi penurunan kasus Covid-19. Hal ini mendorong pihak berwenang menyatakan, butuh tambahanan waktu dari kebijakan lockdown yang ketat untuk menunjukkan kemajuan dalam menahan penyebaran varian Delta.

Kota Sydney di New South Wales (NSW) dan Victoria, yang memiliki total hampir setengah dari 25 juta jumlah penduduk negara itu, berada di bawah perintah tinggal di rumah setelah wabah virus yang sangat menular dimulai bulan lalu.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

NSW di mana Sydney adalah ibu kotanya melaporkan 105 kasus baru, turun dari 111 sehari sebelumnya. Sementara Victoria mencatat 16 kasus baru, turun dari 19.

NSW juga mencatat, tambahan kasus kematian Covid-19, sehingga total menjadi 4 kasus sejak awal tahun dan total kasus kematian nasional menjadi 914 sejak pandemi dimulai.

“Dengan bekerjasama, kita akan mulai melihat angka-angka itu, dan mengerahkan semua sumber daya dan upaya kita untuk mewujudkannya,” kata Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian pada konferensi pers yang disiarkan televisi sebagaimana dilaporkan CNA.

“Kami ingin memastikan bahwa kami mengizinkan keluarga dan bisnis khususnya untuk bangkit kembali sesegera mungkin. Itulah sebabnya kami mengerahkan segalanya dalam dua minggu ke depan,” ujarnya.

Otoritas di negara bagian Victoria, dengan 7 juta orang di bawah lockdown lima hari yang dijadwalkan berakhir pada Selasa (20/7/2021) menyatakan, semua 16 kasus baru terkait dengan rantai penularan yang diketahui.

Australia mampu menghindari tingginya angka infeksi dan kematian pada tahap awal pandemi karena memberlakukan aturan pembatasan yang cepat, perintah tinggal di rumah, dan stimulus ekonomi.

Namun setelah satu setengah tahun berjalan, pemerintah federal berada di bawah tekanan karena peluncuran vaksin yang lamban, yang disalahkan oleh beberapa ahli karena mengubah saran peraturan untuk vaksin Astrazeneca dan terbatasnya pasokan obat Pfizer.

Hanya lebih dari 10 persen dari 25 juta orang Australia yang divaksinasi lengkap, jumlah itu masih kecil dari angka vaksin lengkap di Amerika Serikat dan Inggris. (ATN)

Tags: AustraliaCOVID-19LockdownSydneyVictoria
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.