• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Luwu Utara Porak-poranda, Korban Jiwa Sudah 16 Orang

by Redaksi Asiatoday
July 15, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Luwu Utara Porak-poranda, Korban Jiwa Sudah 16 Orang

Banjir bandang di Luwu Utara. Ist

ASIATODAY.ID, LUWU UTARA – Wilayah Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Porak-pranda diterjang banjir bandang.

Ribuan rumah warga dan fasilitas umum di wilayah itu rusak berat. Hingga kini, sebagian pemukiman masih terendam banjir dan material lumpur setinggi 2 hingga 4 meter.

Banjir terjadi akibat intensitas dan curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan tiga sungai besar yakni Sungai Rongkong di Sabbang, Sungai Meli di Radda, dan Sungai Masamba di Masamba pada Senin malam (13/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Selain melumpuhkan jalur transportasi, memutuskan jaringan listrik dan jalur komunikasi, banjir juga merenggut korban jiwa.

Dari data situasi respon DMC Dompet Dhuafa  pada Selasa (14/7/2020)  pukul 18.00 WITA, ada lima jenazah korban banjir luapan Sungai Masamba yang ditemukan.

“Jaringan relawan kita di komunitas Ayo Tolong sudah berada di lokasi sejak malam kejadian untuk melakukan asesmen terkait dampak banjir bandang. Hari ini, bersama tim dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan Komunitas Ojol Nusantara para relawan melakukan pendampingan terhadap warga terdampak. Ada beberapa pendampingan yang dilakukan diantaranya evakuasi warga yang masih terjebak, dapur umum, pos hangat dan pembersihan material yang masih menutupi ruas jalan,” kata Maizar Helmi, Tim Respons DMC Dompet Dhuafa, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2020).

Beberapa Kecamatan yang mengalami banjir di Luwu Utara yakni, Kecamatan Masamba, Baebunta, Baebunta Selatan, Sabbang, Malangke dan Malangke Barat. Di Desa Balebo, Kecamatan Masamba dan Desa Radda, Kecamatan Baebunta, merupakan wilayah yang terdampak terparah dan pertama kali terjadi di Luwu Utara.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa juga telah mengirim tim evakuasi untuk bergabung bersama tim Search And Rescue (SAR) gabungan untuk melakukan evakuasi serta membuka pos sehat untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga terdampak serta melakukan aksi bersih material yang  masih menutupi ruas jalan.

“Sejauh ini, kebutuhan berupa air bersih, selimut dan obat-obatan menjadi bantuan yang paling dicari oleh para penyintas,” jelas Maizar.

Maizar mengungkapkan, selain berfokus membantu warga terdampak dengan berbagai respon, tim yang bertugas dihimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi yang masih terjadi.

Apalagi kasus persebaran Covid-19 masih lumayan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan. Maka dari itu, jika dalam survei tim menemukan titik intervensi pengungsian atau program agar tetap menjalankan protokol kesehatan dan memberi edukasi hidup sehat. Salah satunya dengan menyediakan tempat mencuci tangan atau menyediakan hand sanitizer serta menyediakan masker.

Korban Tewas Capai 16 Orang

Hingga kini, korban tewas akibat banjir bertambah jadi 16 jiwa. Sebanyak 4.930 keluarga terdampak.

“16 jenazah sudah bisa dievakuasi, saat ini berada di RS Hikmah, RS Andi Djemma, dan Puskesmas Baebunta,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar, Rabu (15/7/2020). 

Dikatakan, banyak warga melaporkan anggota keluarganya hilang. Hingga kini, proses pencarian masih dilakukan. 

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani,  mengaku bantuan sudah datang dari sejumlah daerah tetangga yakni dari Palopo dan Luwu Timur. 

Indah saat ini terpaksa mengungsi di rumah seorang pejabat Pemkab Bupati karena rumah jabatan bupati juga terendam lumpur. (AT Network)

Tags: Banjir IndonesiaBencana AlamLuwu UtaraSulsel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.