• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Malaysia Hadapi Gelombang Baru Covid-19, Hasil Mutasi dari Indonesia dan Filipina

by Redaksi Asiatoday
October 5, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasus Menurun, Malaysia Hentikan Siaran Harian Covid-19

Negeri Malaysia. Ist

ASIATODAY.ID, SABAH – Malaysia tengah menghadapi gelombang pandemi baru atau new wave Covid-19 yang terus melonjak.

Hasil penelitian menemukan jika terdapat mutasi virus baru yang berasal dari Indonesia dan Filipina.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Tan Sri Noor Hisham Abdullah mengatakan hal itu setelah Malaysia mencatat peningkatan kasus harian mencapai 260 dengan empat klaster baru di Kedah, Sabah, Selangor, dan Putrajaya, pada Kamis 1 Oktober 2020 lalu.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Tambahan angka infeksi ini menjadi yang tertinggi kedua setelah 4 Juni lalu.

“Jika melihat statistik, mengalami peningkatan lagi. Mungkin ini adalah awal dari gelombang baru. Namun, kami yang menentukan apakah bisa melandaikan kurva lagi atau tidak,” kata Hisham Abdullah dilansir dari Straits Times, Senin (5/10/2020).

Menurut Hisham Abdullah, virus mutasi D614G telah ditemukan di klaster Sabah, berasal dari Indonesia dan Filipina. Hasil itu disebut berasal dari riset yang dilakukan oleh Institut Penelitian Medis (IMR).

“Kami telah melakukan riset pada jenis virus dari klaster Benteng LD di Sabah, dan jenisnya juga D614G, ini datang dari Indonesia dan Filipina. Jenis yang sama juga ditemukan di klaster Sivagangga, Tawar, dan Sungai di Kedah, tetapi dengan karakter berbeda. Sepertinya rata-rata penularan meningkat sedikit dibanding jenis sebelumnya,” jelasnya.

Sebelumnya, mutasi jenis D614G ditemukan memiliki tingkat infeksi 10 kali lebih menular, sehingga virus mudah menyebar dari seorang super spreader yang ditemukan di Sivagangga.

Hisham mengingatkan agar warga yang melanggar protokol kesehatan dan telah berkunjung ke tempat keramaian seperti tempat hiburan malam, dianjurkan agar segera memeriksakan diri jika mengalami gejala Covid-19. 

Dia juga meminta agar penduduknya tak keluar rumah jika tak memiliki keperluan penting. (ATN)

Tags: Corona AsiaCorona IndonesiaCoronavirusCOVID-19FilipinaMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.