• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Maritim Indonesia Hadapi Ancaman Serius, Termasuk Invasi Negara Asing

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Kian Berulah, TNI Siaga Tempur di Laut Natuna

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia mengungkapkan, maritim Indonesia menghadapi berbagai ancaman serius di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, berbagai kejadian yang tidak menguntungkan bahkan mengganggu keamanan maritim Indonesia masih kerap terjadi.

Dikatakan, aksi penyelundupan narkoba, angka kecelakaan laut masih cukup tinggi. Bahkan, aksi illegal fishing, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap anak buah kapal (ABK) Indonesia, pencemaran laut pun masih marak.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Selain itu, adapula para pencari suaka yang berdatangan ke Indonesia, serta pelanggaran wilayah oleh kapal pemerintah Republik Rakyat China.

Menurutnya, jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, akan berpotensi memberikan dampak buruk bagi beberapa aspek penting di Indonesia.

Beberapa dampak buruk tersebut dimulai dari masalah ekonomi, hingga kedaulatan negara. Terlebih lagi, tindakan-tindakan tersebut berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19.

“Ini dibutuhkan penanganan cepat dan tepat, serta dalam pelaksanaannya membutuhkan sinergi semua stekholder terkait. Sinergi yang dilakukan dapat berupa gelar operasi dan latihan bersama, pertukaran informasi, menyusun standar operasional prosedur, hingga bersama-sama menyempurnakan konsep pengamanan yang dapat diterapkan untuk menjaga perairan Indonesia,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2020).

Untuk memecahkan masalah itu, Aan pun menginisiasi rapat koordinasi (Rakor) Pengamanan Maritim Indonesia. Rakor tersebut digelar secara virtual dan berpusat di Mabes Bakamla Jakarta Pusat, Senin (28/9/2020).

Aan menuturkan, rakor tersebut bertujuan untuk menyamakan ragam pola pikir, pola sikap, dan tindakan di laut dalam rangka mengamankan perairan Indonesia.

Rakor dihadiri oleh para pemangku kepentingan di bidangnya seperti perwakilan dari TNI, TNI AL, Polri, Kemenko Polhukam, Kemenko Marves, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan. Selain itu, hadir juga Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Intelijen Negara, Ditjen PSDKP, dan Ditjen Bea dan Cukai. (ATN)

Tags: Ilegal FishingMaritim IndonesiaZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.