• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Masa Depan Industri Pariwisata Global Belum Cerah Hingga 2024

by Redaksi Asiatoday
January 19, 2022
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 1 min read
A A
0
Masa Depan Industri Pariwisata Global Belum Cerah Hingga 2024

Destinasi wisata di Asia. Dok UNWTO

ASIATODAY.ID, MADRID – United Nations World Tourism Organization (UNWTO) memproyeksi, masa depan industri pariwisata  global masih belum cerah hingga 2024.

Kunjungan wisatawan di seluruh dunia diperkirakan belum akan kembali ke tingkat sebelum pandemi Covid-19.

Menurut lembaga itu, Varian Omicron yang sangat menular, meskipun ringan, akan “mengganggu pemulihan” pada awal 2022 setelah tahun lalu mengalami pertumbuhan 4 % selama 2020. Pendapatan pariwisata pada tahun 2020 turun 72 % dari tahun sebelumnya – yang ditutup dengan timbulnya pandemi virus corona.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

“Laju pemulihan industry pariwisata tetap lambat dan tidak merata di seluruh dunia karena berbagai tingkat pembatasan mobilitas, tingkat vaksinasi, dan kepercayaan pelancong,” demikian UNWTO dalam siaran pers, dikutip Rabu (19/1/2022).

Di Eropa dan Amerika Serikat, kunjungan wisatawan masing-masing melonjak 19 % dan 17 %, pada tahun lalu dibandingkan 2020. Namun, di Timur Tengah, kunjungan wisatawan menurun sebesar 24 % pada tahun 2021, sementara di kawasan Asia Pasifik turun 65 % di bawah tingkat 2020, dan 94 % turun pada tingkat pra-pandemi.

UNWTO menyebut, para profesional pariwisata “melihat prospek yang lebih baik” untuk tahun ini setelah turbulensi di bulan-bulan awal karena gelombang Omicron.

Badan tersebut memperkirakan kenaikan 30 hingga 78 % kunjungan wisatawan internasional tahun ini selama 2021, sementara tetap jauh di bawah level 2019.

“Sebagian besar ahli memperkirakan industry pariwisata tidak akan kembali ke tingkat pra-pandemi hingga setidaknya 2024,” lanjut UNWTO.

Padahal, banyak negara sangat bergantung pada pariwisata dan sangat menantikan untuk kembali normal.

“Kontribusi ekonomi pariwisata pada tahun 2021 (diukur dalam produk domestik bruto langsung pariwisata) diperkirakan mencapai USD1,9 triliun, di atas USD1,6 triliun pada tahun 2020. Namun nilai itu masih jauh di bawah nilai pra-pandemi sebesar USD3,5 triliun,” demikian UNWTO. (ATN)

Tags: UNWTOWorld Travel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.