• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Masih Gunakan Kapal Asing, Ekspor Impor Indonesia Rugi USD6,9 Miliar

by Redaksi Asiatoday
October 18, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Terus Jajaki Ekspor Produk Halal ke Negara OKI

Ekspor Indonesia. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Indonesia mengalami kerugian hingga USD6,9 miliar akibat aktivitas ekspor impor menggunakan kapal asing.

“Kerugian kita akibat defisit di sektor angkutan laut (see freight). Ketika kita ekspor, kita inflow devisa buat kita. Ketika membawa barangnya ekspor kapalnya kapal asing, langsung dicatat sebagai outflow,” jelas Bambang di forum JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Menurut Bambang, outflow terjadi karena seolah ada impor jasa kapal asing dalam aktivitas ekspor impor. Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab tekanan pada rupiah lantaran pelayanan angkutan laut dengan kapal asing.

RelatedPosts

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Sulitnya mendapatkan bendera Indonesia untuk angkutan laut kata Bambang, memicu banyaknya kapal asing yang digunakan. Padahal dibandingkan negara lain, untuk kapal laut mendapatkan bendera bisa lebih mudah.

“Kalau mau dapat bendera Indonesia di kapal itu lebih rumit daripada dapat bendera Singapura atau negara Panama segala macam. Sehingga, meski cuma bendera, tapi tercatat di transaksi defisit kita,” paparnya

Berdasarkan data Bappenas, pelayanan ekspor impor dengan kapal asing berperan 60 persen terhadap total defisit angkutan laut sebesar USD6,9 miliar. Total defisit neraca jasa transportasi secara keseluruhan tercatat USD8,8 miliar.

Selain dari pelayanan ekspor impor dengan kapal asing, defisit angkutan laut disebabkan oleh pelayanan domestik dengan kapal asing sekitar dua persen, penggunaan kapal dengan asuransi asing 11 persen, dan lainnya 27 persen.

“Sudah saatnya kita juga perlu membereskan transportation hub terutama hub untuk pelabuhan di Indoensia. Dengan negara yang begini besar, sangat ironis devisa kita larinya ke Singapura,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: BappenasEkspor IndonesiaImpor Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock
  • Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid
  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.