• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Mengapa Indonesia harus Impor Beras dari Vietnam dan Thailand?

by Redaksi Asiatoday
May 15, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Impor Banyak Beras dari India, Pakistan, Thailand dan Vietnam

Beras Impor Indonesia. Dok Bulog

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mulai dibanjiri beras impor dari Vietnam dan Thailand.

Perum Bulog mengatakan beras impor sudah mulai masuk ke gudang Bulog.

Pada penugasan impor beras awal sebanyak 500.000 ton, sebagian besar dibeli dari Thailand dan Vietnam.

RelatedPosts

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

“Sebagian besar (impor beras) dari Thailand dan Vietnam. Ini dari kontrak 500.000 ton pertama,” kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal, di Jakarta, Sabtu (13/5/2023).

Adapun beras impor yang telah masuk ke gudang Bulog bertambah 52.000 ton dari sebelumnya 80.000 ton. Artinya beras impor yang sudah masuk gudang Bulog sebanyak 132.000 ton.

“Beras impor sudah di gudang 132.000 ton. (Bertambah 52.000 ton) iya yang sudah masuk ke gudang Bulog,” ujarnya.

Sedangkan beras impor yang tengah dalam perjalanan juga bertambah, yakni sebanyak 290.000 ton dari sebelumnya 270.000 ton.

“Iya (bertambah) kan bergerak terus, Bulog juga sudah kontrak 500.000 ton dari empat negara itu,” lanjutnya.

Impor sebanyak 500.000 ton di tahun ini merupakan penugasan baru untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP).

CBP sendiri memang dibutuhkan pemerintah untuk menjaga pasokan dan harga beras di pasaran.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pernah mengatakan impor tersebut dibutuhkan untuk penyaluran bantuan sosial beras selama 3 bulan. Impor juga dilakukan karena pasokan beras di gudang Bulog menipis.

Pengadaan dari luar negeri dibutuhkan demi menjalankan penugasan dari pemerintah guna menyalurkan bansos beras.

“Dengan tugas penyaluran bansos, kami tidak punya amunisi. Kita sedang upayakan terus, untuk percepatan. Memang dibutuhkan kita di penugasan kembali pak untuk kepentingan bansos itu mendatangkan 500.000 ton impor,” ujarnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis Pangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • Indonesia Accelerates Rare Earth Ambitions, Partners with Malaysia in Global Race for Critical Minerals
  • Southeast Asia Faces Refugee Crisis as Aid Shrinks and Human Trafficking Risks Surge
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.