• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Mengapa LG Mundur dari Konsorsium Baterai Kendaraan Listrik Bersama IBC?

by Redaksi Asiatoday
February 13, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
LG Chemical Siap Kolaborasi di Proyek Percontohan Motor Listrik Indonesia

Kantor pusat LG. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – LG Energy Solution (LG) dilaporkan akan mundur dari kerja sama usaha patungan (konsorsium) bersama pabrikan baterai listrik Indonesia Battery Corporation (IBC).

LG akan mundur dari investasi di sisi penghiliran prekursor, katoda, sel baterai hingga daur ulang dalam Proyek Titan yang menjadi bagian usaha patungan bersama IBC.

“Kami dapat informasi dari Aneka Tambang (Antam) bahwa LG itu masih belum jelas statusnya, tapi LG justru mendorong anggota konsorsiumnya Huayou untuk melanjutkan diskusi dan negosiasi,” kata Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII, Senin (6/2/2023).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Meski demikian kata Hendi, negosiasi dengan Huayou tidak berjalan seimbang dari kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian usaha patungan awal.

Pasalnya, rekanan konsorsium LG itu tidak memiliki keahlian serta pengalaman untuk pabrikan baterai setrum. Portofolio Huayou selama ini lebih banyak pada pengembangan smelter.

“Kami masih menginginkan adanya konsorsium yang lengkap sampai ke EV manufacturernya, sedangkan Huayou hanya bergerak di pengembangan smelter,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan kementeriannya masih bernegosiasi intens dengan konsorsium LG Energy Solution (LG) terkait kerja sama usaha patungan dengan IBC.

Pahala menegaskan kementeriannya terus berupaya meminta komitmen LG untuk ikut berinvestasi serta berbagi teknologi di sisi pabrikan sel dan daur ulang baterai lewat skema usaha patungan tersebut.

“Kita bisa tempatkan kepada mereka harus ada komitmen mengenai pengembangan battery cell dan battery pack,” kata Pahala usai RDP dengan Komisi VI di DPR.

Menurut Pahala, negosiasi itu berkaitan dengan pembagian porsi kerja serta investasi dari masing-masing perusahaan yang tergabung dalam usaha patungan IBC tersebut.

Dikatakan, ihwal negosiasi porsi kerja serta investasi itu berasal dari asumsi setiap rekanan usaha, dimana dalam usaha patungan itu memiliki portofolio serta keahlian yang berbeda-beda dari sisi hulu penambangan hingga hilir pabrikan.

“Ini yang nanti kita bicarakan bersama,” imbuhnya.

Rencana engembangan industri baterai kendaraan listrik IBC bersama dengan konsorsium CBL dan LG ditargetkan efektif pada triwulan pertama tahun ini.

Sejauh ini, Antam telah melaksanakan spin off segmen bisnis nikel mereka senilai Rp9,8 triliun untuk dua anak usaha hasil joint venture dengan konsorsium tersebut.

Adapun dua anak usaha itu, PT Nusa Karya Arindo (NKA) dan PT Sumberdaya Arindo (SDA) akan mengelola sebagian wilayah izin usaha perseroan di Halmahera Timur, Maluku Utara untuk penambangan nikel kelas satu jenis mixed hydroxide precipitate (MHP) atau mixed sulphide precipitate (MSP) sebagai bahan baku precursor dan katoda baterai kendaraan listrik.

Kedua proyek pengembangan industri baterai kendaraan listrik itu diharapkan dapat memasuki masa produksi atau commercial operation date (COD) pada triwulan ketiga 2024. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hilirisasi NikelIndonesia Battery CorporationLG Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.