• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Menlu Filipina Sindir Agresifitas China di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
May 4, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Bertekad Lindungi Filipina dan Taiwan dari Invasi China

Wilayah Whitsun Reef, sekitar 320 kilometer sebelah barat Pulau Palawan di Laut China Selatan. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin tak bisa lagi menyembunyikan sikap protesnya terhadap agresifitas China di Laut China Selatan.

Ia kemudian menuliskan sebuah sindiran terhadap China yang dianggap tidak mematuhi hukum laut internasional.

Locsin menuliskan sarkasme itu melalui akun Twitter pribadinya pada Senin (3/5/2021).

RelatedPosts

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access

“China, kawanku, seberapa sopan saya bisa mengatakannya? Coba saya lihat… O… KELUARLAH. Apa yang kamu lakukan terhadap persahabatan kita? Kamu. Bukan kami. Kami sedang mencoba. Kamu. Kamu seperti orang bodoh yang memaksakan perhatian Anda pada pria tampan yang ingin menjadi teman; bukan untuk menjadi ayah dari provinsi China,” tulisnya, dikutip Selasa (4/5/2021).

Ketegangan antara China dan Filipina meningkat dimulai ketika ratusan kapal ikan China terlihat di Whitsun Reef sehingga memicu protes dari Manila.

Filipina mendesak China agar mematuhi putusan arbitrase 2016 yang dikeluarkan sesuai dengan Konvensi Hukum Laut. Sementara China berdalih bahwa kapal-kapal itu hanya berlindung dari angin dan meminta Filipina melihat situasi secara rasional.

Kementerian Luar negeri Filipina juga telah menyerukan agar kapal ikan China pergi dari Scarborough Shoal dan gugusan Pulau Kalayaan di Pulau Spratly Islands melalui pernyataan pada Senin. Scarborough Shoal berada dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil laut Filipina dan sekitar 472 mil laut dari pantai terdekat China.

Namun, Presiden Filipina Rodrigo Duterte justru tetap memuji China seiring dengan kerja sama pengiriman vaksin Covid-19 dari di tengah ketegangan yang meningkat di perairan yang disengketakan.

“China tetap menjadi penyumbang bagi kami,” kata Duterte dalam briefing yang disiarkan televisi pada Senin malam, dilansir dari Bloomberg.

“Hanya karena kami memiliki konflik dengan China, bukan berarti kami harus bersikap kasar dan tidak sopan.” Duterte membuat komentar itu setelah Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin.

Locsin telah mengungkapkan permintaan maafnya kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi karena telah menyakiti perasaannya. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership
  • Indonesia’s Mineral Transformation: Moving Up the Global Value Chain
  • Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.