• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Menteri Luhut Pastikan Indonesia Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi Hijau

by Redaksi Asiatoday
July 27, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menteri Luhut Pastikan Indonesia Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi Hijau 1

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tetap berfokus kepada pertumbuhan ekonomi yang berlandaskan pada ekonomi hijau (ramah lingkungan) dan berkesinambungan.

“Fokus (perekonomian) kami akan terus melanjutkan pembangungan infrastruktur Indonesia. Berkomitmen pada pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan visi ramah lingkungan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar Menko Luhut, saat menjadi pembicara utama di forum dialog Tri Hita Karana, bertema “Global Green Growth Economy for Better Business Better World”, dilaksanakan di Jakarta, baru-baru ini.

Menko Luhut seperti dilansir dari maritim.go.id, Sabtu (27/7/2019), juga kembali menjelaskan mengenai pembangunan infrastruktur dengan menggunakan skema pendanaan campuran (blended finance). Skema yang dinilai banyak pihak, sangat membantu dalam pendanaan pembangunan infrastruktur, tanpa membebani anggaran pemerintah.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Dalam beberapa kasus blended financehadir, dapat mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Blended finance dinilai dapat menghilangkan hambatan dalam pendanaan, dengan jalan melibatkan sektor swasta dalam proyek,” tambahnya.

Menko Luhut menghimbau kepada seluruh pihak, dengan adanya skema blended finance, ini agar jangan langsung berpuas diri dan menganggap sudah dapat memecahkan persoalan pendanaan dan merasa masalah sudah terselesaikan.

“Membangun infrastruktur berkelanjutan seperti, pelabuhan, rel kereta, jalan raya, bandara, fasilitas energi berkesinambungan, rumah sakit, sekolah dan fasilitas lain, itu tidaklah mudah, itu memerlukan ketekunan dan kerja keras, kami selalu mengambil pelajaran dari proyek yang satu dan akan diimplementasikan ke proyek selanjutnya,” jelas Menko Luhut.

Pada sesi tanya jawab dengan para undangan yang hadir, Menko Luhut menjelaskan mengenai upaya serius pemerintah yang akan dan sudah berjalan dalam memerangi dan menuntaskan permasalahan sampah, utamanya marine debris (sampah laut).

“Pemerintah sangat serius dalam memandang masalah ini, menuntaskan revitalisasi Sungai Citarum adalah target kami saat ini, “ jelasnya.

Menurut Luhut, pihaknya baru menyadari bahwa ada empat alur laut utama di Indonesia yaitu Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok dan Selat Sulawesi. Di Selat Malaka ada lebih dari 60 ribu kapal laut melintas setiap tahunnya, Selat Sunda ada sekitar 20 ribu.

“Sebelumnya kita tidak pernah mengecek setiap kapal laut yang melintas, apakah mereka ada membuang atau menimbun sampahnya. Saat ini pemerintah mempunyai regulasi baru, intinya kami akan memonitor secara ketat setiap kapal, dan apabila ada yang melanggar maka akan dikenakan sanksi dan membersihkan area tersebut dari sampah yang mereka buang,” ujarnya.

Di daratan, lanjut Luhut, pemerintah tetap akan membersihkan setiap sungai utamanya sungai di Pulau Jawa terlebih dahulu.

“Kita juga tidak akan lelah memberikan edukasi kepada masyarakat sedari dini tentang pentingnya hidup sehat dan bersih,” katanya.

,’;\;\’\’
Tags: InfrastrukturLuhut Binsar PandjaitanManko Maritim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.