• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Menyedihkan, Paus Berbobot 5 Ton Mati Ditabrak Kapal Tanker

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Menyedihkan, Paus Berbobot 5 Ton Mati Ditabrak Kapal Tanker

Paus Berbobot 5 Ton Mati Ditabrak Kapal Tanker. Dok Yomiuri Shimbun

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kasus kematian mamalia laut kembali terjadi dengan cara yang menyedihkan.

Seekor Paus dengan ukuran panjang 39 kaki atau 11,8 meter mati mengenaskan setelah ditabrak sebuah kapal tanker di Jepang. Bangkai Paus seberat 5 ton itu tergantung di haluan kapal.

Laporan The Sun, kapal tanker tersebut bersandar di pelabuhan Kurashiki, Okayama, Jepang pada bulan lalu, dan penduduk setempat ketakutan melihat Paus tersebut.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Gambar paus Bryde jantan itu pertama kali diterbitkan di surat kabar nasional Jepang Yomiuri Shimbun.

“Saya sudah memancing di sini selama beberapa dekade, tapi ini pertama kalinya saya melihat ikan Paus,” kata seorang nelayan setempat kepada media.

“Saya sudah hidup selama lebih dari delapan puluh tahun, tetapi ini pertama kalinya saya melihat Paus,” kata yang lain.

Menurut laporan, awak kapal tidak menyadari bahwa mereka telah menyeret Paus itu saat berlayar melintasi Pasifik.

Seorang juru bicara Departemen Penjaga Pantai Mizushima mengatakan kepada Yomiuri Shimbun bahwa ini adalah pertama kalinya mereka melihat hal seperti ini.

Mereka juga mengatakan bahwa mereka akan mengadakan penyelidikan untuk memastikan bahwa ini tidak terjadi lagi.

Michael Fishbach, direktur eksekutif dan salah satu pendiri Great Whale Conservancy, sebuah LSM yang berbasis di North Carolina, mengatakan kepada Insider bahwa selusin Paus dibunuh oleh sebuah kapal untuk setiap Paus yang tercatat.

“Karena daya apung negatif dari Paus, mereka langsung tenggelam ke dasar setelah mereka mati, kecuali pada kesempatan langka seperti ini, di mana Paus dipukul di bagian tengah tubuh mereka, dan anda memiliki situasi seperti yang anda lihat di gambar,” katanya.

“Tidak diragukan lagi bahwa jumlah Paus yang dibunuh oleh kapal setiap tahun mencapai 1000-an setiap tahun.”

Pakar Paus menambahkan, sekitar 60 persen kapal yang terlibat dalam serangan paus adalah kapal kontainer. (ATN)

Tags: Paus BrydeSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.