• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Menyusuri Jejak Sejarah dan Budaya Nusantara Melalui Jalur Rempah

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menyusuri Jejak Sejarah dan Budaya Nusantara Melalui Jalur Rempah 1

ASIATODAY.ID, MALUKU – Ternate dan Tidore tidak hanya menjanjikan keindahan alam, tetapi juga kekayaan sejarah serta tradisi budaya. Banyak kisah lampau tentang dua pulau kecil yang berdampingan di Laut Maluku itu. Salah satunya tentang keberadaan jalur rempah.

Diketahui, jauh sebelum bangsa Eropa melakukan aktivitas perdagangan di Asia Tenggara, Nusantara telah menjadi pemain penting di dunia lewat rempah-rempahnya.

Jejak sejarah itulah yang mendasari Yayasan Negeri Rempah untuk membuka wawasan masyarakat melalui perjalanan wisata yang menyenangkan.

RelatedPosts

TransNusa Adds Jakarta–Bangkok Route

SalamAir Opens First Direct Air Link Between Oman and Indonesia

Global Tourism Hits Record High as OECD Warns of Rising Geopolitical Risks

Ketua Dewan Pembina Yayasan Negeri Rempah Hassan Wirajuda mengatakan, Indonesia merupakan pusat penghasil rempah yang telah diakui dunia. Menurutnya, perdagangan rempah kemudian turut memengaruhi petukaran budaya dari berbagai bangsa.

“Perdagangan itu menghadiahkan kontak antar orang dan bangsa yang berbeda. Dari sana ada pertukaran budaya, filsafat, dan teknologi,” kata Hassan Wirajuda dalam siaran tertulis, Kamis (18/7/2019).

Mantan Menteri Luar Negeri era Reformasi itu pun berharap upaya memperkenalkan sejarah tanah air terus ditingkatkan. Dalam hal ini, peran pemerinah tentunya sangat diharapkan.

“Kesadaran akan masa lalu kita sangat penting. Seperti Bung Karno pernah bilang, ‘hanya bangsa besar yang bisa menghargai sejarahnya’. Kami mengingatkan para pengambil kebijakan, baik di pusat dan daerah, akan pentingnya pembelajaran untuk generasi muda tentang sejarah,” jelasnya.

Di Ternate dan Tidore diketahui ada pohon Cengkeh Afo, yang diyakini sebagai cengkeh tertua di dunia. Usianya diperkirakan mencapai ratusan tahun. Di sekitar Cengkeh Afo, tersebar tanaman pala, yang juga komoditas andalan dari Ternate dan Tidore.

Sejarah mencatat, cengkeh merupakan alasan mengapa begitu banyak bangunan benteng di sekitar Ternate dan Tidore. Benteng-benteng terebut dibangun oleh Spanyol dan Portugis tidak lain adalah untuk melindugi cengkeh, yang kala itu dianggap sebagai harta karun.

Benteng yang tersebar di wilayah Ternate dan Tidore di antaranya Benteng Tolukko, Benteng Kastela, Benteng Tore, dan Benteng Tahula. Tidak hanya sejarah, ragam kuliner lokal Ternate dan Tidore seperti papeda yang disantap bersama gohu tuna juga patut dicoba.(Lis/AT)

Tags: BudayaHasan WirayudaHistoriJalur RempahTidoreTravel AsiaTravel IndonesiaYayasan Negeri Rempah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.