• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Migrasi dari Australia, Puluhan Hiu Tutul Bermain di Perairan Pasuruan

by Redaksi Asiatoday
October 29, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
SGE dan IOP Ajak Masyarakat Indonesia Lestarikan Ekosistem Laut

Hiu Paus. Foto : Dok IOP

ASIATODAY.ID, PASURUAN – Puluhan spesies Hiu Tutul yang sedang migrasi dari laut Australia muncul di perairan Pasuruan, Jawa Timur.

Jumlah hewan mamalia langka ini diperkirakan mencapai 70 hingga 80 ekor.

Keberadaan kawanan Hiu Tutul ini terpantau oleh petugas Sat Polair Polres Pasuruan yang sedang melakukan patroli rutin.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

“Kawanan hewan ini muncul sekitar 4 mil dari daratan Desa Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, pada Rabu pagi,” kata Kasat Polair Polres Pasuruan, AKP Poorlaksono, dihubungi Kamis (29/10/2020).

Patroli Polair sengaja dilakukan pada pagi hari karena kawanan Hiu Tutul sedang asyik berkeliaran mencari makan berupa planton dan ikan kecil. 

“Jumlahnya sekitar 70 hingga 80 ekor. Kawanan ini bermigrasi dari Laut Australia menuju perairan Laut Jawa untuk mencari makan,” jelasnya.

Satwa-satwa berukuran panjang 6 meter lebih ini bergerak secara bergerombol dan tidak takut dengan perahu yang sedang melintas.

Untuk menghindari hal yang tak diinginginkan, petugas melakukan patroli laut untuk menjaga kenyamanan Hiu Tutul berenang bebas dari gangguan para nelayan nakal yang sengaja menjaring bahkan membunuh Hiu Tutul.

Pasalnya, Hiu Tutul merupakan satwa dilindungi negara dan ada hukuman penjara bagi oknum yang sengaja mengganggu keberadaan satwa lindung tersebut.

“Kami terus berpatroli untuk memastikan satwa lindung ini tidak terusik,” tegasnya.

Patroli laut ini akan terus dilakukan sejak pagi dan sore hari sampai kawanan Hiu Tutul kembali ke Laut Australia.

Diketahui sebelumnya kawanan Hiu Tutul yang berjumlah 60 ekor hilang sekitar 1 bulan lalu.

Namun setelah hujan tiba, kawanan kembali muncul dengan jumlah lebih banyak, yakni sekitar 70-80 ekor setiap harinya. (ATN)

Tags: Hiu TutulKonservasi LautSave MarineSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.