• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Militer China Bidik Kapal Induk dan Kapal Perusak AS Sebagai Sasaran Rudal

by Redaksi Asiatoday
November 8, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kekuatan Senjata Nuklir China Meningkat Cepat, AS Kian Khawatir

Kekuatan Senjata Nuklir China. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Sebuah peragaan perang terhadap Amerika Serikat (AS) diperlihatkan oleh militer China.

Dengan membangun replika kapal induk dan kapal perang AS, militer China menjadikannya sebagai target latihan perang, di gurun Xinjiang. Gambar satelit dari Maxar menunjukkan hal itu pada Minggu (7/11/2021).

Laporan Reuters, maket tersebut mencerminkan upaya China untuk membangun kemampuan anti-kapal induk, khususnya melawan Angkatan Laut AS, karena ketegangan tetap tinggi dengan Washington atas Taiwan dan Laut China Selatan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Gambar satelit menunjukkan garis besar skala penuh dari maket kapal induk AS dan setidaknya dua kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke telah dibangun di tempat yang tampaknya menjadi kompleks jangkauan target baru di Gurun Taklamakan.

“Kompleks tersebut telah digunakan militer China untuk pengujian rudal balistik,” demikian laporan US Naval Institute, mengutip perusahaan intelijen geospasial All Source Analysis.

Program rudal anti-kapal China diawasi oleh Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLARF). Kementerian Pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Menurut laporan tahunan terbaru Pentagon tentang militer China, PLARF melakukan peluncuran tembakan langsung pertama yang dikonfirmasi ke Laut China Selatan pada Juli 2020.

PLARF menembakkan enam rudal balistik anti-kapal DF-21 ke perairan Utara Kepulauan Spratly, di mana China memiliki sengketa wilayah dengan Taiwan dan empat negara Asia Tenggara.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Juli tahun ini, Amerika Serikat akan membela Filipina jika diserang di Laut China Selatan dan memperingatkan China untuk menghentikan “perilaku provokatifnya”. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.