• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Misi Damai di Indo Pasifik, Prancis Kirim Lagi Kapal Perang ke Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
March 2, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Misi Damai di Indo Pasifik, Prancis Kirim Lagi Kapal Perang ke Laut China Selatan

Angkatan Laut Prancis. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Angkatan Laut Prancis siap mengirim lagi kapal perang untuk melintasi Laut China Selatan.

Dilansir South China Morning Post, Selasa (2/3/2021), kegiatan itu dilakukan sebagai bagian misi pelayaran militer dan kebebasan navigasi tahunan bernama Jeanne d’Arc.

Angkatan Laut Prancis mengutus dua kapal, yakni kapal fregat Surcouf dan kapal serang amfibi Tonnerre ke wilayah perairan yang disengketakan oleh sejumlah negara itu.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Meski begitu, Kapten kapal AL Prancis, Kapten Arnaud Tranchant, menyatakan tidak bakal melintasi Selat Taiwan guna menghindari ketegangan hubungan diplomatik dengan China.

Menurut para pengamat, operasi dua kapal perang itu adalah wujud kebijakan strategis Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Mereka beralasan ingin mempertahankan hak kebebasan navigasi berdasarkan hukum internasional, sambil meningkatkan pengaruh di kawasan itu.

“(Dengan tidak melintasi Selat Taiwan) Itu adalah hal positif yang bisa dilakukan,” kata peneliti tamu Yayasan Riset Strategis, Antoine Bondaz.

Pada April 2019, kapal perang Prancis, Vendemiaire, melintasi Selat Taiwan. China pun marah dan mengerahkan kapal perang untuk mengusir kapal itu.

China kemudian menyatakan tidak akan lagi mengundang Prancis menghadiri parade Angkatan Laut.

Pada awal Februari lalu, kapal selam AL Prancis, Emeraude, dan kapal pendukung Seine, juga melintasi Laut China Selatan.

China mengklaim hampir semua wilayah di laut China Selatan. Sementara Taiwan, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia dan Vietnam juga mengklaim sebagian kawasan itu, yang diyakini menyimpan banyak cadangan minyak dan gas.

Prancis merupakan salah satu anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang memiliki zona eksklusif ekonomi di Pasifik dan menekankan dalih kebebasan navigasi di wilayah untuk menancapkan pengaruh di perairan itu.

Akan tetapi sampai saat ini belum diketahui apakah Prancis juga akan bersikap seperti Amerika Serikat dalam sengketa di Laut China Selatan. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.