• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Mitigasi Perubahan Iklim, Arab Saudi Luncurkan ‘Saudi Green Initiative’

by Redaksi Asiatoday
March 29, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Mitigasi Perubahan Iklim, Arab Saudi Luncurkan ‘Saudi Green Initiative’

'Saudi Green Initiative'. Dok riyadhconnect

ASIATODAY.ID, RIYADH – Arab Saudi menegaskan komitmennya menjadi salah satu negara di dunia yang mempelopori upaya nyata mitigasi perubahan iklim dan mengurangi emisi karbon.

Kantor berita resmi SPA melaporkan, negeri itu baru saja meluncurkan ‘Saudi Green Initiative’, pada Sabtu (27/3/2021), sebuah gerakan yang bertujuan untuk memitigasi perubahan iklim dan mengurangi emisi karbon dengan menghasilkan setengah energinya dari energi terbarukan pada tahun 2030.

Melalui ‘Saudi Green Initiative’, Arab Saudi juga akan melakukan penghijauan secara besar-besaran dengan menargetkan penanaman sebanyak 10 miliar pohon.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Saudi akan mempelopori energi bersih. ‘Saudi Green Initiative’ bertujuan untuk mengurangi emisi dengan menghasilkan setengah energinya dari energi terbarukan pada tahun 2030,” kata penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Riyadh juga berencana untuk menggalang negara-negara Arab lainnya dalam “Inisiatif Timur Tengah Hijau” untuk menanam 40 miliar pohon tambahan. Target penanaman ini akan menjadi program reboisasi terbesar di dunia.

“Kerajaan, kawasan dan dunia perlu melangkah lebih jauh dan lebih cepat dalam memerangi perubahan iklim. Kami menolak pilihan yang salah antara melestarikan ekonomi dan melindungi lingkungan,” kata Pangeran Mohammed.

Pernyataan itu tidak menjelaskan secara rinci bagaimana rencana raksasa itu akan dilaksanakan dilanskap gurundengan sumber air terbarukan yang sangat terbatas.

Arab Saudi saat ini menggunakan minyak dan gas alam untuk memenuhi permintaan listriknya yang tumbuh cepat dan untuk desalinasi airnya – yang mengonsumsi minyak dalam jumlah besar setiap hari.

Inisiatif baru ini adalah bagian dari rencana Visi 2030 pangeran untuk mendiversifikasi ekonomi kerajaan yang bergantung pada minyak.

Pangeran Mohammed mengatakan Arab Saudi dan kawasan itu menghadapi “tantangan iklim yang signifikan”, termasuk penggurunan, yang menimbulkan “risiko ekonomi langsung”.

Sekitar USD13 miliar (Rp187 triliun) hilang setiap tahun karena badai pasir di wilayah tersebut, sementara polusi dari gas rumah kaca telah mengurangi harapan hidup rata-rata Saudi selama 1,5 tahun. (ATN)

Tags: Arab SaudiClimate ChangeGreen EnergyPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.