• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Nelayan Indonesia Tolak Rencana Pemberian Konsesi ke Vietnam Atas ZEE

by Redaksi Asiatoday
October 17, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perubahan Iklim, Asam Laut Meningkat Ancam Jaringan Pangan dan Perikanan

Nelayan Penangkap ikan di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para nelayan di Indonesia menolak rencana pemberian konsesi kepada Vietnam, terkait perundingan penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia-Vietnam.

Menurut Sekjen Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Budi Laksana, rencana pemberian konsesi kepada Vietnam sangat merugikan nelayan Indonesia.

“Pemberian konsesi ke Vietnam berarti Indonesia kehilangan wilayah, hak berdaulat, dan kita sangat dirugikan. Daerah penangkapan ikan diperkecil sehingga sumber daya perikanan dikurangi,” kata Budi Laksana, dalam keterangannya, Senin (17/10/2022).

RelatedPosts

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Budi menerangkan, penangkapan ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal penangkap ikan asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia secara ilegal sudah sering terjadi.

Kondisi ini menyebabkan, Indonesia justru akan menjadi pihak yang akan mendapatkan dampak. Bahkan, akan menjadi kubu yang paling dirugikan.

“Ini berarti, kehidupan nelayan kita akan lebih sulit,” jelasnya.

Karena itu kata Budi, tidak berlebihan jika kalangan nelayan menyampaikan penolakan dengan menggelar unjuk rasa di Jakarta belum lama ini.

Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa menuntut pemerintah tidak memberikan konsesi besar kepada Vietnam dalam perundingan penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia-Vietnam.

Mereka juga mendesak pemerintah untuk menjaga kedaulatan negara dan kepentingannya. Mereka berorasi sambil membawa sejumlah spanduk yang berisi tuntutan dan keberatan terkait konsesi.

“Kami berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi kami dan menjaga kepentingan seluruh nelayan,” kata Bambang Susanto selaku koordinator unjuk rasa.

Perundingan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dengan Vietnam terakhir diketahui dilakukan di Vietnam, pada 26-27 September 2022, yang merupakan putaran perundingan ke-15.

Aksi unjuk rasa tersebut yang digelar pascasetengah bulan setelah perundingan putaran ke-15 menunjukkan ketidakpuasan kalangan nelayan terhadap proses perundingan dan sikap konsesi pemerintah.

“Apabila konsesi ini menjadi kesepakatan, maka akan ada banyak nelayan yang terdampak. Hal ini dikarenakan wilayah penangkapan ikan akan berkurang secara signifikan. Selain itu, secara efektif akan mengurangi pendapatan mereka juga,” tegas Bambang Susanto. (ATN)

Tags: NatunaNelayan TangkapZEE Natuna UtaraZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.