• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Nestlé dan IRRI Kolaborasi Kurangi Emisi Karbon dalam Poduksi Beras di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 6, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nestlé dan IRRI Kolaborasi Kurangi Emisi Karbon dalam Poduksi Beras di Indonesia

Emisi Karbon. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Nestlé Indonesia baru-baru ini menandatangani kerjasama dengan International Rice Research Institute (IRRI), anggota CGIAR, yang akan memberikan bantuan teknis dalam pemantauan dan pengurangan emisi terkait produksi beras. Penandatanganan itu dilakukan secara simbolis oleh Ganesan Ampalavanar, Presiden Direktur Nestlé Indonesia dan Jean Balié, Director General IRRI.

DIRECTION-Zero C, proyek kolaborasi Nestlé Indonesia dan IRRI berfokus pada pengurangan emisi karbon di produksi beras di Indonesia melalui pengelolaan nutrisi yang presisi dan pengelolaan air yang berkelanjutan.

Proyek ini akan menggunakan beberapa inovasi dan alat digital yang dikembangkan oleh IRRI dan mitranya, di antaranya adalah Crop Manager for Rice-based Systems untuk pengelolaan nutrisi berbasis lokasi; sistem pengelolaan air yang disebut Alternate Wetting and Drying (AWD), dan Internet of Things berbasis AutoMon guna berbagi informasi untuk penjadwalan irigasi, pemantauan secara real-time, dan pelaporan.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Kami menyambut baik kerja sama dengan IRRI, karena langkah ini sejalan dengan ambisi kami untuk mengurangi separuh emisi pada 2030 dan mencapai net zero emisi karbon pada 2050. Kolaborasi ini sangat penting dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca, karena kami akan menggunakan beras yang dihasilkan sebagai bahan baku untuk produk-produk bubur bayi. Dalam kerjasama ini kami melibatkan 1.600 petani beras di sembilan kecamatan, diantaranya Daerah Istimewa Yogyakarta (Sleman, Kulonprogo, Bantul), Jawa Tengah (Magelang, Klaten, Sukoharjo, Purworejo), dan Jawa Timur (Madiun, Ponorogo),” ujar Jean-Luc De-Vuyst, Technical Director Nestlé Indonesia melalui siaran pers dikutip Sabtu (6/11/2021).

Dr. Sudhir Yadav, Pemimpin Riset untuk Tanah, Air dan Lingkungan mengungkapkan proyek tersebut akan memanfaatkan inovasi mereka yang telah memberikan manfaat positif di negara Asia lainnya.

“Misalnya, pengelolaan air menghasilkan 30% pengurangan konsumsi air dan 48% penurunan emisi metana. Melalui Rice Crop Manager, terjadi peningkatan hasil panen rata-rata pada setiap musim tanam di beberapa negara. Sedangkan, AutoMon telah membantu pengelola irigasi dan kelompok petani dalam mengelola air secara efektif dan menghemat 10-15 persen air irigasi dalam uji coba yang mencakup sistem irigasi skala kecil dan besar di beberapa lokasi,” jelasnya.

Laporan terbaru dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change) mencatat bahwa cuaca panas ekstrem telah meningkat, sementara dingin ekstrem menurun. Tren ini diprediksi akan berlanjut hingga beberapa dekade mendatang di Asia.

Proyek ini bertujuan untuk memvalidasi efektivitas jenis intervensi yang ada sebagai bagian dari ambisi Nestlé untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Kami senang dapat berbagi solusi berbasis sains bersama Nestlé untuk mengurangi emisi,” kata Remy Bitoun, Head of IRRI Tech Transfer.

“Perubahan yang krusial dalam praktik pertanian dan kemitraan inovatif diperlukan untuk mengurangi atau memitigasi pertukaran sambil memastikan sistem pertanian pangan yang berkelanjutan dan adil untuk semua,” tandasnya. (ATN)

Tags: Emisi KarbonInternational Rice Research InstituteIRRINestlePerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.