• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ngozi Okonjo-Iweala Dipercaya Pimpin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)

by Redaksi Asiatoday
February 16, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ngozi Okonjo-Iweala Dipercaya Pimpin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)

Ngozi Okonjo-Iweala. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) resmi menetapkan Ngozi Okonjo-Iweala, wanita pertama dan orang Afrika pertama memimpin organisasi itu.

WTO menugaskan mantan menteri keuangan Nigeria itu untuk memulihkan kepercayaan pada sistem perdagangan global berbasis aturan yang saat ini diguncang oleh proteksionisme dan pandemi.

Dikutip dari Bloomberg, selama pertemuan virtual pada hari Senin (15/2/2021), 164 anggota WTO dengan suara bulat memilih ekonom pembangunan berusia 66 tahun itu untuk menjalani masa jabatan empat tahun sebagai direktur jenderal mulai 1 Maret 2021.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Okonjo-Iwaela dapat berupaya memperbarui masa jabatannya setelah berakhir pada 31 Agustus 2025. Setelah veto pencalonannya sempat ditahan oleh pemerintahan Trump yang sekarang digantikan, Okonjo-Iweala mengambil alih kepemimpinan WTO yang berbasis di Jenewa di momen yang genting bagi ekonomi dunia. Pasalnya, organisasi itu sendiri terperosok dalam keadaan disfungsi.

Okonjo-Iwaela memegang peran sebelumnya sebagai ketua Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi setelah berkarir di sektor publik di bidang keuangan internasional, termasuk dua periode sebagai menteri keuangan Nigeria dan sekitar 25 tahun bekerja di Bank Dunia. Dia memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Nigeria dan AS. Dengan demikian, dia juga menjadi orang Amerika pertama yang memegang jabatan teratas organisasi.

Menavigasi jurang yang tumbuh antara China dan negara-negara barat yang berpendapat bahwa masuknya China ke dalam organisasi tersebut pada tahun 2001 gagal mengubahnya menjadi ekonomi pasar akan menjadi tantangan utama Okonjo-Iwaela.

Delegasi AS untuk WTO mengatakan pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan Direktur Jenderal Okonjo-Iweala dan dia dapat mengandalkan Amerika Serikat untuk menjadi mitra yang konstruktif.

“Dr. Okonjo-Iweala telah berjanji bahwa di bawah kepemimpinannya WTO tidak akan melakukan bisnis seperti biasa, dan kami sangat senang dan yakin bahwa dia memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi janji ini,” ujar delegasi AS.

Delegasi China untuk WTO, dalam sebuah pernyataan, mengatakan WTO berada pada momen kritisnya dan harus dapat segera menyampaikan Keputusan kolektif yang dibuat oleh seluruh anggota.

“Ini menunjukkan suara kepercayaan tidak hanya pada Dr. Ngozi sendiri, tetapi juga pada visi kami, harapan kami, dan sistem perdagangan multilateral yang kami yakini dan pertahankan,” ujar delegasi China.

Selama kampanyenya, Okonjo-Iweala mengakui perlunya membangun kembali kepercayaan antara AS dan China sambil mencoba menemukan bidang yang menjadi minat bersama. Dia juga mendukung inisiatif yang sedang berlangsung di antara AS, UE, dan Jepang yang bertujuan mengembangkan disiplin baru untuk subsidi industri, perusahaan milik negara, dan transfer teknologi paksa.

Dalam jangka pendek, Okonjo-Iweala akan menghadapi beberapa isu penting.

Pertama, kesepakatan multilateral untuk mengekang subsidi penangkapan ikan yang berbahaya.

Kedua, negosiasi untuk mengatur pasar e-commerce global senilai US$26 triliun, yang dapat mengurangi hambatan lintas batas bagi perusahaan teknologi AS.

Ketiga, pembicaraan moderat untuk mengatasi kelumpuhan badan banding WTO, forum yang seharusnya berfungsi untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan internasional. (ATN)

Tags: WTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.