• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

OceanAsia: 1,5 Miliar Sampah Masker Cemari Laut Global

by Redaksi Asiatoday
December 29, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
OceanAsia: 1,5 Miliar Sampah Masker Cemari Laut Global

Sampah Masker Cemari Laut. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global coronavirus (Covid-19) menjadi masalah besar bagi ekosistem laut global.

OceanAsia, organisasi lingkungan yang berbasis di Hong Kong menyebutkan bahwa lebih dari 1,5 miliar masker wajah sekali pakai berakhir di lautan. Sampah medis tersebut dipastikan akan membahayakan satwa laut.

Laporan dari OceanAsia – mengutip laporan riset pasar global memperkirakan 53 miliar masker dibuat tahun ini untuk memenuhi permintaan yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Berdasarkan penghitungan konservatif yang dilakukan organisasi itu, setidaknya ada 3 persen dari masker sekali pakai tersebut yang akan tersapu atau terbawa hingga ke laut dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

“Masker wajah sekali pakai terbuat dari berbagai plastik yang meleleh dan sulit untuk didaur ulang karena komposisi dan risiko kontaminasi dan infeksi,” kata mereka dalam laporannya, seperti dikutip dari New York Post, Selasa (29/12/2020).

Laporan itu melanjutkan, masker memasuki lautan saat dikotori atau dibuang sembarangan, saat sistem pengelolaan limbah tidak memadai atau bahkan tidak ada, dan ketika sistem pembuangan kewalahan karena peningkatan volume limbah.

Dengan setiap masker memiliki berat tiga hingga empat gram, situasinya dapat menyebabkan lebih dari 6.800 ton polusi plastik yang akan memakan waktu sekitar 450 tahun untuk benar-benar dapat terurai, menurut laporan tersebut.

Selain efek berbahaya dari partikel mikro-plastik dan nano-plastik, lingkaran telinga yang elastis pada masker wajah juga dapat menimbulkan risiko lain, yakni kemungkinan terjerat oleh satwa laut liar dan mengganggu aktivitas mereka.

Laporan tersebut mengutip beberapa contoh hewan laut yang terbunuh oleh masker, termasuk ikan buntal mati yang membengkak ditemukan tersangkut di lingkaran masker sekali pakai oleh para sukarelawan yang membersihkan pantai Miami pada Agustus lalu.

Selain itu, nekropsi pada penguin malnutrisi yang ditemukan mati di sebuah pantai di Brasil pada bulan September lalu dilaporkan memiliki tumpukan masker di dalam perutnya.

Laporan OceanASia menawarkan rekomendasi yang mencakup penggunaan masker kain, yang dapat digunakan kembali dan dapat dicuci jika dimungkinkan. (ATN)

Tags: Asia OceanOceanAsiaSave MarineSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.