• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GENERAL

Olympus Mundur dari Bisnis Kamera Setelah 84 Tahun Eksis

by Redaksi Asiatoday
June 25, 2020
in GENERAL
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Olympus Mundur dari Bisnis Kamera Setelah 84 Tahun Eksis

Kamera Olympus. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Setelah 84 Tahun eksis, salah satu perusahaan yang mempelopori produk kamera yakni Olympus Corporation akhirnya menyerah dan bakal menjual divisi bisnis kameranya.

Pabrikan Jepang itu mengumumkan rencana penjualan divisi kamera kepada perusahaan ekuitas swasta, Japan Industrial Partners Inc.

Japan Industrial Partners sebelumnya membeli kelompok divisi laptop Vaio, salah satu lini andalan Sony Corp enam tahun lalu dan mengubahnya menjadi Vaio Corp.

RelatedPosts

Normal Cholesterol Isn’t Enough: Prodia’s Advanced Lipid Test Exposes Hidden Heart Risks

Transformator Arus: Memonitor Aliran Daya dengan Presisi

Digital Transformation in Banking Through Android EDC Machines Generates Trillions in Fee-Based Income

Alasannya, bisnis kamera terus menyusut selama dekade terakhir, membuat 5,5 persen dari pendapatan untuk tahun fiskal perseroan menyusutdan menyebabkan kerugian operasional selama tiga tahun terakhir.

Peralatan medis seperti endoskopi sekarang mengisi kekosongan penjualan Olympus dan berkontrubusi sekitar empat perlima dari  total penjualan tahunan.

“Strategi pemangkasan biaya untuk mengatasi pasar kamera digital yang terpukul parah, antara lain karena penyusutan pasar dan evolusi smartphone”, kata Olympus melansir Bloomberg, Kamis (26/6/2020).

Meski demikian, perusahaan tidak mengungkapkan nilai kesepakatan dari transaksi yang ditutup pada akhir September 2020 itu.

Sebuah perusahaan baru akan diciptakan untuk menjalankan bisnis kamera sebagai penerus merek-merek terkemuka seperti OM-D dan ZUIKO. Perusahaan tersebut akan memanfaatkan teknologi inovatif dan produk unik yang telah dikembangkan dalam Olympus.

Bersama dengan Panasonic Corp, Olympus mempopulerkan format Micro Four Thirds fotografi digital, yang menggabungkan portabilitas kamera kasual point-and-shoot dengan kualitas peralatan yang lebih profesional. 

Sejarah Olympus

Perusahaan mengatakan telah mengerahkan segala upaya terbaiknyaa di tengah pasar kamera digital yang sudah sangat parah dan tak lagi menguntungkan.

Kehadiran ponsel pintar dinilai sebagai faktor utama menyusutkan pasar kamera. Alhasil, Olympus mengkalim telah merugi selama tiga tahun terakhir.

Olympus pertama kali memproduksi kamera pada tahun 1936, setelah selama bertahun-tahun berkutat dalam pembuatan mikroskop. Berkat inovasinya ini, perusahaan akhirnya berhasil mengembangkan bisnis kamera selama beberapa dekade dan menjadi salah satu perusahaan teratas dengan kepemilikan pangsa pasar terbesar.

“Ada banyak yang menyayangkan Olympus dan mengharapkannya segera kembali,” kata Editor Majalah Amateur Photographer, Nigel Atherton.

Tahun 1970-an merupakan titik puncak, dengan kamera mereka diiklankan di televisi oleh fotografer selebriti seperti David Bailey dan Lord Lichfield.

“Kamera-kamera itu revolusioner, mereka sangat kecil, sangat ringan dan dirancang dengan indah, memiliki lensa berkualitas sangat bagus,” ujar Atherton.

Beberapa konsumen tetap setia dengan produk perusahaan, meskipun ada masalah dengan teknologi baru seperti autofocus. Tetapi Olympus kembali berinovasi dengan kamera digital, yang mana mereka merupakan salah satu pengadopsi awal jenis kamera ini.

Perusahaan bahkan menargetkan kamera mirrorless untuk pasar menengah yakni untuk pengguna yang bukan fotografer, namun tetap menginginkan bidikin kamera tajam seperti DSLR.

Namun, Atherton menilai Olympus dalam beberapa tahun terakhir tampak tak memiliki kemajuan berarti dalam mengantisipasi disrupsi teknologi. 

Salah satu contohnya yakni kurangnya terobosan dalam kinerja video, di mana para pesaingnya bahkan telah lebih maju. 

Perusahaan juga menghadapi skandal keuangan besar yang melibatkan eksekutif senior pada 2011. (ATN)

Tags: DigitalOlympusRevolusi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.