• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Omnibus Law Muluskan Kerja Sama Indonesia dengan China, AS, Korsel dan UEA

by Redaksi Asiatoday
October 6, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Omnibus Law Muluskan Kerja Sama Indonesia dengan China, AS, Korsel dan UEA

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia akhirnya membuka motivasi besar dibalik pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja pada rapat paripurna Senin (5/10/2020) kemarin.

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, ada sejumlah manfaat dari keberadaan UU Cipta Kerja ini Undang Undang Cipta Kerja ini.

Erick mengungkapkan, undang-undang ini akan memudahkan investor asing beroperasi di Indonesia. Dengan demikian, akan lebih banyak ruang yang tersedia yang mampu menyerap tenaga kerja.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Erick mengatakan kesempatan kerja akan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan hal itu akan berkontribusi kepada peningkatan produk domestik bruto.

Erick mengungkapkan, sepertiga perekonomian Indonesia digerakkan oleh BUMN dan setiap BUMN terbuka untuk kerja sama dengan pihak swasta dan investor asing.

Erick mencontohkan pembicaraan tentang baterai kendaraan listrik dengan perusahaan China, Jepang, dan Korea Selatan. Selain itu, pengembangan kolaborasi dengan perusahaan dari Amerika Serikat tentang gasifikasi batu bara untuk mengurangi impor LPG juga dilakukan.

“Dengan mengubah batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang dapat menggantikan LPG dan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel dan turbin gas, kami bekerja untuk meningkatkan rantai nilai Indonesia,” kata Erick melalui keterangan tertulisnya, Selasa (6/10/2020).

Dikatakan, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA). Kolaborasi itu untuk mengembangkan kilang petrokimia dan mengkaji pengembangan smelter baru di Indonesia.

“Untuk pekerja yang ada, Undang Undang baru (omnibus law) mempertahankan perlindungan pekerja serupa yang diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Bahkan, Omnibus Law memberikan perlindungan tambahan berupa dana kompensasi bagi pekerja yang terkena PHK,” tandasnya. (ATN)

Tags: BUMNErick ThohirRUU Cipta Kerja
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.