• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Operasi Dini Hari, Militer Myanmar Tangkap Sejumlah Orang

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Operasi Dini Hari, Militer Myanmar Tangkap Sejumlah Orang

Aksi protes terhadap kudeta militer di Myanmar. Dok

ASIATODAY.ID, YANGON – Pasukan keamanan Myanmar menggelar operasi penangkapan sejumlah orang di kota Yangon pada Minggu dini hari, (7/3/2021).

Dalam operasi itu, aparat menembakkan senjata api. Operasi penangkapan dilakukan setelah polisi membubarkan aksi protes menentang kudeta sepanjang Sabtu kemarin dengan menggunakan gas air mata dan granat kejut.

Aksi protes lebih lanjut dijadwalkan berlangsung hari ini di kota Yangon, Mandalay, dan juga Monywa.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Menyitat Guardian, sejumlah warga Yangon mengaku melihat prajurit dan polisi mendatangi beberapa distrik. Mereka menangkap setidaknya tiga orang di area Kyauktada.

“Jangan berani-beraninya menyentuh mereka. Bawa kami juga jika kalian ingin membawa mereka,” teriak seorang perempuan kepada petugas yang membawa suami dan anak laki-lakinya.

Prajurit Myanmar juga mencari seorang pengacara yang bekerja untuk partai  Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada Minggu dini hari. Sithu Maung, seorang anggota parlemen yang telah dibubarkan militer Myanmar, mengatakan via Facebook bahwa prajurit tidak berhasil menemukan sang pengacara.

Kepolisian Myanmar dan junta militer tidak menjawab permintaan awak media lokal mengenai operasi penangkapan ini.

Menurut data kelompok Assistance Association for Political Prisoners (AAPP), lebih dari 1.700 orang telah ditahan oleh junta militer sejak meletusnya aksi protes hingga Sabtu kemarin.

“Para tahanan dipukul dan ditendang dengan sepatu militer dan juga dipukuli pentungan oleh polisi,” kata AAPP.

“Pasukan keamanan juga memasuki area permukiman dan mencoba menangkap lebih banyak demonstran,” lanjutnya.

Situasi keamanan di Myanmar kian mengkhawatirkan. Pasukan keamanan terus menggunakan aksi kekerasan dalam merespons unjuk rasa, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 50 pedemo.

Sebelumnya, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar mengatakan bahwa persatuan dan aksi “tegas” DK PBB penting “untuk mendorong dihentikannya aksi kekerasan dan demi pemulihan institusi demokratis Myanmar.”

Militer Myanmar atau Tatmadaw melakukan kudeta pada 1 Februari lalu atas dasar tuduhan adanya kecurangan masif dalam pemilu 2020. Kudeta dimulai dengan penahanan sejumlah tokoh, termasuk Suu Kyi. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.