• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pacu Investasi dan Perdagangan, Indonesia-Swiss Perkuat Konsolidasi Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
December 16, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pacu Investasi dan Perdagangan, Indonesia-Swiss Perkuat Konsolidasi Ekonomi

ASIATODAY.ID, BERN – Indonesia dan Swiss sepakat untuk memperkuat kerja sama kedua negara. Melalui forum bisnis, kedua negara berupaya memperkuat konsolidasi ekonomi dalam guna memacu nilai investasi dan perdagangan.

Merujuk data Swiss Federal Customs Administration, nilai perdagangan Indonesia dan Swiss tahun 2018 mencapai USD1,415 milyar dengan nilai ekspor Indonesia USD910 juta dan impor dari Swiss USD 505 juta. Sebagian besar dari ekspor Indonesia ke Swiss, 60 persen adalah emas, kemudian alas kaki menempati urutan kedua lalu kopi, minyak atsiri, kakao dan mebel.

Sedangkan impor Indonesia dari Swiss didominasi oleh permesinan, produk farmasi dan kimia organik.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut catatan Kementerian Perdagangan RI, ekspor Indonesia ke Swiss meningkat pada periode Januari – September 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu dari USD 1,119 milyar tahun 2018 menjadi USD 1,136 milyar tahun 2019.

Sementara komitmen investasi Swiss ke Indonesia tahun 2019 cukup besar yaitu investasi dalam pendirian pabrik kereta api, akuisisi sebuah perusahaan asuransi Indonesia oleh asuransi Swiss serta perluasan kapasitas sebuah perusahaan Swiss di Indonesia yang totalnya mencapai lebih dari USD700 juta atau Rp6 triliun.

Bisnis Forum

Kegiatan bisnis forum yang digagas KBRI Bern kali ini disambut antusias. Kegiatan yang didukung oleh Swiss Asian Chambers of Commerce (SACC) ini berlangsung Selasa 10 Desember 2019 di Zurich. Tema yang diusung adalah The New Commitment of Indonesia’s New Government. Lebih dari 50 pengusaha Swiss termasuk yang sudah memiliki usaha di Indonesia seperti Zurich Insurance hadir memadati tempat acara.

Forum bisnis kali lebih berbeda dibandingkan tahun lalu karena selain pemaparan mengenai perkembangan ekonomi, potensi investasi dan perdagangan, terdapat wakil dari Ditjen Pajak yang memberikan informasi mengenai kebijakan perpajakan yang perlu diketahui investor dan eksportir Swiss.

Para nara sumber antara lain Direktur Fasilitas Daerah BKPM Nurul Ichwan, Ketua Komite Swiss KADIN Indonesia Francis Wanandi, Ketua SwissCham Indonesia Luthfi Mardiansyah, Atase Perdagangan RI di Jenewa Franciska Simanjuntak, Atase Perindustrian RI di Brussels Ari Indarto serta Ketua Komite Indonesia SACC Jesse NG.

Selain sektor investasi yang terbuka bagi asing serta peluang kerjasama perdagangan, hadirin juga antusias pada paparan mengenai terbuka kesempatan baru setelah berlakunya Indonesia EFTA Comprehensif Economic Partnership Agreement (IE CEPA).

Paparan yang disampaikan Ketua SwissCham Luthfi Mardiansyah serta Ketua Komite Swiss KADIN Indonesia Francis Wanandi mengenai beberapa peluang di sektor perdagangan dan investasi yang dapat dimanfaatkan dunia usaha Swiss mendapat perhatian serius dari para peserta.

Penyelenggaraan business forum ini juga menjadi momentum yang tepat untuk menjelaskan kebijakan dan prioritas Pemerintah Indonesia saat ini.

“Pemerintah Indonesia saat ini memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di tahun 2045, tepat ketika Republik Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya,” ujar Duta Besar RI Bern, Muliaman D. Hadad, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/12/2019).

Lebih lanjut, Duta Besar juga memaparkan kondisi perekonomian Indonesia secara makro, dan menyampaikan lima prioritas Pemerintah saat ini, yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: IE-CEPAKemenlu RIKerjasama Indonesia-Swiss
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.