• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pandemi Covid-19 Percepat Transisi ke Era Mobil Listrik

by Redaksi Asiatoday
May 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menperin Inisiasi Menteri di Indonesia Pakai Mobil Listrik 2021

Mobil listrik. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi coronavirus (Covid-19) menghantam seluruh lini industri, tak terkecuali bisnis otomotif yang turun hingga 79 persen di China, dan penyusutan drastis di pasar Eropa, misalnya Inggris, Italia, dan Spanyol.

Namun ada setitik optimisme pada industri otomotif di balik pandemik virus corona, yakni keinginan untuk memiliki kendaraan pribadi demi meminimalisir kontak dengan orang lain, salah satunya adalah mobil listrik, menurut ekonom ING, Joanna Konings.

“Permintaan untuk memiliki mobil meningkat selama krisis COVID-19 sejauh ini. Kami tidak melihat hal itu dalam hal penjualan mobil, tetapi kami melihatnya dalam hal upaya konsumen mencari kendaraan juga menurut survei,” kata Konings, melansir Antara, Minggu (24/5/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Pandemik menyebabkan ketakutan atas risiko infeksi yang membuat konsumen menghindari transportasi umum dan pada akhirnya meningkatkan permintaan mobil,” tambahnya.

Jika memang permintaan mobil meningkat, para pembuat mobil dapat mengambil peluang untuk mempercepat peluncuran atau sekedar mengenalkan kembali mobil listrik, sebagai langkah lanjutan atas pengembangan yang sudah mereka jalankan sejak sebelum COVID-19 menyebar.

Ia berpendapat, harga minyak dunia yang turun tidak akan banyak mempengaruhi penjualan mobil konvensional. Sebaliknya, permintaan mobil listrik dapat bersaing tanpa dipengaruhi harga minyak.

Selain itu, ia mengatakan bahwa pembuat kebijakan dapat memaksimalkan upaya jarak sosial dengan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Sayangnya, upaya itu sulit dilakukan karena otomotif merupakan industri paling kompleks di dunia, karena melibatkan 10.000 pemasok dalam rantai pasok kendaraan. Maka tak heran, industri itu salah satu yang paling terdampak selama pandemik. (ATN)

Tags: Industri Mobil ListrikMobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.