• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Parlemen Jerman dan Indonesia Bahas Solusi Krisis Iklim dan Energi Global

by Redaksi Asiatoday
November 10, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Parlemen Jerman dan Indonesia Bahas Solusi Krisis Iklim dan Energi Global

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto saat bertemu Dubes Jerman beberapa waktu lalu membahas solusi perubahan iklim dan ancaman krisis energi global. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Parlemen Jerman yang dipimpin Christoph Hoffmann (Free Democratic Party) bertemu Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto membahas solusi perubahan iklim dan ancaman krisis energi global.

“Kita membahas masalah dan tantangan global, khususnya terkait perubahan iklim dan energi. Kita sepakat bahwa apa yang mereka rasakan di Jerman dan negara Eropa pada umumnya, harga energi yang demikian tinggi ini memerlukan kerjasama internasional yang jauh lebih intens, sehingga ketersediaan energi dapat berjalan dengan baik,” ujar Sugeng usai menerima kunjungan delegasi Parlemen Jerman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Sugeng mengatakan, saat ini negara – negara Eropa tengah berjibaku dengan perubahan iklim dan ancaman krisis energi, mulai dari gelombang panas yang terjadi beberapa lalu di sebagian besar negara Eropa, hingga kenaikan harga energi di Eropa yang telah meningkat empat kali lipat pasca konflik Rusia-Ukraina.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

“Jerman misalnya sudah dijatah bagaimana penggunaan air panas untuk rumah tangga, karena sangat bergantung pada energi gas Rusia yang diembargo, sehingga suplai gas eropa sangat berkurang,” jelas Sugeng.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Sugeng, Parlemen Indonesia  dan Parlemen Jerman sepakat mempromosikan kerjasama energi baru dan terbarukan untuk ditingkatkan lebih jauh dalam berbagai skema.

Menurutnya, krisis energi saat ini bisa menjadi titik balik untuk mempercepat sistem energi yang bersih dan berkelanjutan.

Menanggapi beberapa pertanyaan delegasi terkait pembangunan IKN, Politisi dari F-NasDem ini juga menyampaikan bahwa Pembangunan Ibu Kota akan mengusung konsep ‘Future Smart Forest City of Indonesia‘, sehingga akan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Dia menambahkan, pemindahan IKN bertujuan agar Indonesia semakin kompetitif di tingkat global. Pemindahan IKN ini juga sebagai upaya membangun lokomotif baru untuk transformasi menuju Indonesia berbasis inovasi, teknologi dan ekonomi hijau.

“Pembangunan Ibu Kota yang akan dibangun di Kalimantan Timur adalah konsep Green City karena mengusung ‘zero emission‘, kalaupun ada BBM akan menggunakan standar emisi Euro 4, karena ramah lingkungan dan kandungan karbon yang sangat kecil,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Delegasi Parlemen Jerman Christoph Hoffmann menyampaikan Indonesia dan Jerman pada tahun ini mengemban Presidensi pada dua forum strategis global, yaitu Indonesia sebagai Presidensi G20 dan Jerman pada Presidensi G7.

Sebagai Presidensi G20 dan G7, diharapkan Indonesia dan Jerman dapat menjadi mitra dalam mengatasi perubahan iklim dan mempercepat transisi energi yang berkelanjutan.

Dia menambahkan, kolaborasi dan sinergi yang erat antara kedua negara merupakan kunci dalam penyelesaian berbagai isu dan tantangan global, termasuk dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan serta menjaga pemanasan global lebih dari 1,5 derajat Celcius. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Kerjasama Indonesia-JermanKrisis EnergiKrisis Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.