• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pasar Otomotif China Pulih, Penjualan Mobil Asal Jepang Melonjak

by Redaksi Asiatoday
June 6, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pasar Otomotif China Pulih, Penjualan Mobil Asal Jepang Melonjak

Arus lalulintas di Shanghai, China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Penjualan mobil merk Jepang tumbuh drastis di China pada Mei 2020. Kondisi ini menggarisbawahi bahwa bisnis otomotif sudah pulih kembali setelah sebelumnya mengalami kekhawatiran akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

Penjualan mobil baru Toyota, misalnya, naik 20,1 persen dari tahun sebelumnya menjadi 166.300 unit pada Mei. Pada April, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,2 persen. Sementara penjualan mobil Toyota diketahui menurun 15,9 persen pada Maret.

Melansir Japan Times, Sabtu (6/6/2020), kinerja penjualan Mazda Motor Corp melonjak 31,6 persen menjadi 22.886 unit pada Mei. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar mobil di China berangsur pulih ketika aktivitas bisnis kembali normal.

RelatedPosts

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

Adapun, penjualan mobil dari Honda Motor Co turun 1,7 persen menjadi 134.230 unit. Meski tak naik, laju penurunan tersebut jauh lebih lambat dibandingkan capaian bulan April yang turun 10 persen dan 50,8 persen pada Maret.

Virus corona mulai menyebar di China pada 24 Januari atau bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Eskalasi itu memaksa produsen otomotif Jepang menunda operasi pabrik dan ruang pamer mobil dalam waktu yang cukup lama.

Akibatnya, pada Februari penjualan mobil untuk Toyota dan Honda anjlok masing-masing sebesar 70,2 persen dan 85,1 persen. Baru pada 8 April, penutupan di ibu kota Provinsi Huvei dicabut setelah 76 hari menerapkan penguncian wilayah atau lockdown.

Sementara itu, peningkatan penjualan mobil baru juga meningkat di Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Bloomberg, penjualan mobil dan truk naik menjadi 12,2 juta pada Mei dalam setahun terakhir dari 8,6 juta pada April, menurut Ward’s Automotive Group. Data April adalah yang terendah sejak 1976. (ATN)

Tags: ChinaIndustri OtomotifJepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.