• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pasar Perkantoran di Asia Pasifik Rontok Hingga 56 Persen

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IMF Ingatkan Australia Mewaspadai Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19

Melbourne, Australia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil riset konsultan properti Colliers International menyebutkan, pasar perkantoran di Asia Pasifik sepanjang kuartal kedua 2020 anjlok hingga 56 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Situasi ini diprediksi akan pulih kembali pada akhir 2020 dan 2021.

Menurut Colliers, permintaan mulai terlihat meningkat di China, namun selama tahun ini penurunan akan tetap terjadi sebesar 41 persen.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Rata-rata penyerapan tahunan selama 5 tahun hingga 2019 seluas 6,82 juta m2. Pasar perkantoran yang bertahan dengan baik ada di tujuh kota besar mulai dari India terutama di Bengaluru, Seoul dan Singapura, sedangkan Hong Kong, Tokyo dan Sydney menunjukkan penyerapan bersih negatif,” demikian keterangan tertulis Colliers dikutip Rabu (19/8/2020).

Menurut Colliers, pasokan besar akan terjadi dan kota-kota di India adalah pendorong utama pasokan baru, termasuk kawasan pusat bisnis Melbourne di Australia, Seoul, Shanghai dan Tokyo.

Colliers memproyeksikan, pasokan ruang kantor Asia Pasifik tahun depan secara agregat naik menjadi 2,8 kali lipat penyerapan dibandingkan pada 2020.

Pasokan jangka menengah tetap tinggi di China terutama Shenzhen, Bengaluru, Delhi, dan Australia terutama Sydney.

Di seluruh Asia Pasifik, Colliers memprediksi pasokan agregat baru melebihi penyerapan agregat selama 3 tahun dari 2020 hingga 2022.

Mengenai tingkat sewa, Colliers menyebutkan sekarang terjadi penurunan, namun prospek jangka menengah lebih cerah. Dan untuk 2020, rata-rata sewa efektif turun 5 persen.

Meningkatnya kepentingan stok kantor di China dan India mendorong perkiraan Colliers tentang penurunan sewa tahunan rata-rata 0,7 persen per tahun selama 5 tahun. Namun, prospek sewa jangka menengah di perkantoran dengan tingkat hunian yang tinggi lebih cerah.

Singapura harus mencapai pertumbuhan sewa tahunan rata-rata 3,3 persen per tahun selama 5 tahun, sementara Bengaluru, Melbourne, Taipei dan Auckland akan mencapai pertumbuhan tahunan rata-rata 2,2 persen hingga 3,0 persen selama 5 tahun. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia PropertyCapital Markets Colliers IndonesiaColliers InternationalProperti Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.