• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pasar Rolls-Royce di Dunia Pecahkan Rekor, Inden Sampai Setahun

by Redaksi Asiatoday
January 11, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rolls-Royce The Koa Phantom, Kreasi Langka dari Kemewahan Sejati

Rolls Royce Phantom. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Penjualan mobil mewah Rolls-Royce di dunia memecahkan rekor sepanjang 2022.

Menurut CEO Torsten Muller-Otvos, penjualan mobil senilai US$ 500.000 itu tidak terpengaruh ancaman resesi, bahkan sejumlah model masih inden hingga setahun.

Rolls-Royce mengirimkan 6.021 mobil sepanjang 2022 lalu, naik 8% dari tahun sebelumnya, sekaligus pertama kalinya perusahaan melewati angka 6.000 unit. Produsen mobil mewah Inggris yang kini dimiliki oleh BMW itu tidak mengumkan laba dan pendapatannya.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Perusahaan mengatakan harga rata-rata Rolls-Royce melonjak menjadi US$534.000 tahun lalu – sebagian besar berkat program kustomisasi yang dikenal sebagai Bespoke.

“Kami belum melihat adanya pelambatan atau penurunan. Kami belum melihat dampak negatif apa pun,” kata Muller-Otvos kepada CNBC.

Bespoke memungkinkan pelanggan merancang dan menyesuaikan sendiri mobil Rolls-Royce mereka dengan segala sesuatu yang unik mulai dari warna cat hingga headliner bersulam sutra, bahan kayu, dan peti sampanye.

Rolls-Royce membuka Private Office khusus undangan di Dubai untuk melayani klien VIP dan Bespoke di Timur Tengah, wilayah penyumbang penjualan terbesar untuk kendaraan High Bespoke.

Perusahaan mengatakan lebih banyak Private Office akan dibuka di seluruh dunia dalam beberapa bulan mendatang .

Namun secara keseluruhan, AS adalah pasar terbesar untuk Rolls-Royce pada tahun 2022, dengan kontribusi hampir 35% dari penjualan globalnya, kata Muller-Otvos.

China, pasar terbesar kedua, mengalami sedikit penurunan penjualan tetapi masih mengklaim 25% dari penjualan global dan membukukan tahun terkuat kedua bagi perusahaan.

Muller-Otvos mengatakan pembukaan kembali China dan pemulihan ekonomi dapat membantu menjadikan China sebagai pasar terbesar di masa depan.

“Saya memperkirakan China menjadi bisnis yang cukup menakjubkan bagi kami. Khususnya di segmen mewah yang sedang dalam mode pertumbuhan. Saya tidak akan terkejut melihat suatu hari nanti China menjadi wilayah terbesar bagi kita di seluruh dunia,” kata dia.

Model SUV, Cullinan, adalah penjualan terlaris Rolls-Royce pada tahun 2022, menghasilkan sekitar setengah dari penjualan global, kata Muller-Otvos. Model Ghos menyumbang lebih dari 30% penjualan, sedangkan Phantom menyumbang sekitar 10%.

Sementara itu, peluncuran terbesar pembuat mobil di tahun 2022 adalah Spectre, kendaraan listrik pertama Rolls-Royce dan awal dari rencana perusahaan untuk beralih ke penjualan mobil bertenaga listrik pada tahun 2030.

Spectre, dengan harga mulai dari $413.000, menerima lebih dari 300 preorder dari pelanggan AS sebelum diluncurkan secara resmi Oktober lalu. Muller-Otvos mengatakan pesanan AS terus meningkat, meski dia menolak memberikan angka.

“Pasti jauh lebih dari 300,” katanya. “Buku pesanan telah melampaui ekspektasi kami, bahkan ekspektasi tertinggi kami.”

Rolls-Royce memiliki banyak inden yang akan membantu melindungi perusahaan dari potensi resesi, kata Muller-Otvos. Pemesanan kembali sekarang berlangsung selama hampir satu tahun, artinya siapa pun yang membeli Rolls-Royce hari ini kemungkinan besar harus menunggu antara 10 bulan dan satu tahun, tergantung pada model dan fiturnya.

Adapun tahun 2023, Muller-Otvos mengatakan sulit untuk memperkirakannya sedini mungkin, tetapi tanda-tanda menunjukkan Rolls-Royce mampu melanjutkan kinerja positif. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Industri OtomotifRolls-Royce
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.