• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pasukan Polisi China dan Kepulauan Solomon Mulai Latihan Bersama

by Redaksi Asiatoday
May 3, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China dan Solomon Teken Pakta Keamanan, Laut China Selatan Siaga

China dan Solomon. Dok

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Pakta keamanan baru antara China dan Kepulauan Solomon mulai diimplementasikan kedua negara.

Pasukan polisi China dan Kepulauan Solomon menggelar latihan bersama untuk membantu meingkatkan kemampuan Kepulauan Solomon, setelah pihak keamanan di negara kepulauan itu tak mampu mengatasi kerusuhan antipemerintah yang menghancurkan kawasan Pecinan di Ibu Kota Honiara pada November 2021 lalu.

Namun diplomat tinggi Kepulauan Solomon menyatakan, pihaknya tak akan menggunakan teknik yang sama dengan polisi China saat meredam protes antipemerintah di Hong Kong.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pernyataan tersebut disampaikan oleh diplomat negara pulau Pasifik itu dalam wawancara dengan radio Australia pada Senin (2/5/2022).

Kepulauan Solomon berupaya “meningkatkan kemampuannya” setelah polisi setempat tidak mampu menahan kerusuhan anti-pemerintah di area Chinatown di ibu kota Honiara pada November 2021, kata Komisaris Tinggi Kepulauan Solomon untuk Australia Robert Sisilo kepada Radio ABC.

Negara-negara sekutu Barat telah waspada tentang pakta keamanan tersebut karena khawatir hal itu memberi militer China pijakan strategis di Pasifik.

Barat juga khawatir bahwa polisi China yang dikirim ke Solomon mungkin menggunakan teknik “kejam” yang sama yang sebelumnya digunakan untuk memadamkan protes anti-pemerintah di Hong Kong.

Sisilo mengatakan bahwa di bawah pakta tersebut, polisi militer China dapat dipanggil tetapi akan beroperasi di bawah komando Angkatan Kepolisian Kepulauan Solomon seperti halnya polisi Australia yang telah ditempatkan di sana.

“Kami akan mencoba dan melakukan yang terbaik dalam berurusan dengan mereka (polisi China) untuk memastikan bahwa apa yang terjadi di negara-negara lain, seperti yang terjadi di Hong Kong, tidak terjadi di negara kami,” ujarnya.

Sementara rincian tentang pakta keamanan itu belum diungkapkan, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manesseh Sogavare telah mengesampingkan sebuah pangkalan militer China.

Sogavare juga mengatakan pakta itu mencakup kegiatan kepolisian karena kesepakatan dengan mitra tradisionalnya, Australia, “tidak memadai”.

“Kami tidak berusaha untuk menjauh dari Australia tetapi mencari lebih banyak kerja sama dengan China” kata Sisilo.

Dia mengatakan bahwa angka pengangguran merupakan faktor penyebab dari kerusuhan yang terjadi pada November 2021 itu.

Untuk itu, kata dia, Canberra dapat “lebih memajukan hubungan Australia dan Solomon” dengan memberikan lebih banyak visa kerja dan izin tinggal permanen.

Australia telah memberikan 3.000 visa kepada warga Kepulauan Solomon di bawah skema tenaga kerja yang memungkinkan penduduk pulau Pasifik itu untuk bekerja di daerah pedesaan Australia.

“Kalau saja skema itu dapat diperluas ke seluruh kota metropolitan Australia … di mana permintaan akan tenaga kerja tukang ledeng, tukang batu, pengasuh, pembantu rumah tangga sangat besar,” ujar Sisilo.

Kepulauan Solomon memiliki populasi sekitar 700.000 orang dan bergantung pada bantuan asing dari Australia, dan semakin bergantung pada China, untuk meningkatkan ekonominya. (ANT)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.