• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

PBB Targetkan Konservasi Global Spesies Daratan dan Lautan Capai 30 Persen di 2050

by Redaksi Asiatoday
July 13, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Targetkan 800 Ribu Hektar Kawasan Konservasi Perairan di 2021

Kawasan Konservasi Perairan dan Laut di Indonesia. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (12/7/2021) meluncurkan draf teks pertama yang akan menjadi inti dari negosiasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) keanekaragaman hayati COP15 yang ditetapkan pada Oktober.

Tujuannya melestarikan setidaknya 30 persen dari spesies daratan dan lautan dan sejumlah target keanekaragaman hayati lain.

Rancangan yang merupakan hasil diskusi online selama berbulan-bulan tersebut, memetakan rute bagi umat manusia untuk hidup selaras dengan alam pada 2050.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Namun para aktivis lingkungan menyuarakan skeptisisme bahwa teks tersebut akan bertahan dalam proses negosiasi tingkat tinggi pada KTT nanti.

Para aktivis telah bertahun-tahun menyerukan kesepakatan global untuk menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati, mirip dengan yang ditetapkan Perjanjian Paris untuk iklim.

Dengan lebih dari satu juta spesies menghadapi kepunahan dan dunia gagal memenuhi target pelestarian alam yang ada, kebutuhan kesepakatan di antara hampir 200 negara yang ambil bagian dalam pembicaraan itu mendesak.

Rancangan tersebut menguraikan 21 target dan 10 tonggak sejarah yang akan dicapai pada 2030 untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Ini termasuk memulihkan setidaknya 20 persen ekosistem yang terdegradasi dan memastikan bahwa kawasan liar yang ada tetap dipertahankan.

Setidaknya 30 persen spesies darat dan laut juga harus dilindungi melalui kawasan konservasi. Kerangka kerja ini juga menyerukan praktik pertanian dan perikanan yang lebih berkelanjutan, serta menghilangkan pembuangan limbah plastik.

“Tindakan kebijakan yang mendesak secara global, regional, dan nasional diperlukan untuk mengubah model ekonomi, sosial, dan keuangan sehingga tren yang telah memperburuk hilangnya keanekaragaman hayati akan stabil pada 2030 dengan perbaikan pada 2050,” kata Kepala Keanekaragaman Hayati PBB, Elizabeth Maruma Mrema. (ATN)

Tags: BiodiversityKawasan KonservasiKeanekaragaman HayatiKonservasi AlamPerubahan IklimSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.