• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

PDB China Diproyeksi Tumbuh Positif di Akhir 2020

by Redaksi Asiatoday
September 22, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Permintaan China Tumbuh, Manufaktur Asia Mulai Bangkit

Industri manufaktur di China. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Ekonom Inggris Jim O’Neill mengungkapkan China sedang menuju pemulihan dari krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan akan terus menjadi pendorong terpenting untuk PDB global.

O’Neill yang merupakan mantan kepala ekonom di Goldman Sachs mengatakan hal ini merujuk pada data belanja konsumen China terbaru sebagai tanda pemulihan di Negeri itu.

Penjualan ritel untuk Agustus di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu naik 0,5 persen dari tahun lalu, menjadi laporan positif pertama untuk 2020 sejauh ini.

RelatedPosts

Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

“Saya memperkirakan pertumbuhan PDB China sebenarnya dapat berakhir positif di 2020,” kata O’Neill dilansir dari CNBC International, Selasa (22/9/2020).

“Pada akhir 2021, pertumbuhan PDB China bahkan mungkin bisa menutup tren kerugian,” imbuhnya.

Asian Development Bank atau Bank Pembangunan Asia (ADB) juga memperkirakan ekonomi China akan berjalan jauh lebih baik daripada negara lain di dunia tahun ini.

Adapun China melaporkan PDB-nya tumbuh 3,2 persen pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Angka itu mengalahkan ekspektasi analis dan mencatatkan rebound dari kontraksi kuartal pertama.

Virus Covid-19 pertama kali dilaporkan di provinsi Hubei China akhir tahun lalu, namun tindakan penguncian yang ketat telah membuat jumlah infeksi di negara itu berada di bawah 100 ribu, menurut data Universitas Johns Hopkins. (ATN)

Tags: ChinaPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.