• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

PDB China Diproyeksi Tumbuh Positif di Akhir 2020

by Redaksi Asiatoday
September 22, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Permintaan China Tumbuh, Manufaktur Asia Mulai Bangkit

Industri manufaktur di China. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Ekonom Inggris Jim O’Neill mengungkapkan China sedang menuju pemulihan dari krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan akan terus menjadi pendorong terpenting untuk PDB global.

O’Neill yang merupakan mantan kepala ekonom di Goldman Sachs mengatakan hal ini merujuk pada data belanja konsumen China terbaru sebagai tanda pemulihan di Negeri itu.

Penjualan ritel untuk Agustus di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu naik 0,5 persen dari tahun lalu, menjadi laporan positif pertama untuk 2020 sejauh ini.

RelatedPosts

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

“Saya memperkirakan pertumbuhan PDB China sebenarnya dapat berakhir positif di 2020,” kata O’Neill dilansir dari CNBC International, Selasa (22/9/2020).

“Pada akhir 2021, pertumbuhan PDB China bahkan mungkin bisa menutup tren kerugian,” imbuhnya.

Asian Development Bank atau Bank Pembangunan Asia (ADB) juga memperkirakan ekonomi China akan berjalan jauh lebih baik daripada negara lain di dunia tahun ini.

Adapun China melaporkan PDB-nya tumbuh 3,2 persen pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Angka itu mengalahkan ekspektasi analis dan mencatatkan rebound dari kontraksi kuartal pertama.

Virus Covid-19 pertama kali dilaporkan di provinsi Hubei China akhir tahun lalu, namun tindakan penguncian yang ketat telah membuat jumlah infeksi di negara itu berada di bawah 100 ribu, menurut data Universitas Johns Hopkins. (ATN)

Tags: ChinaPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.