• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Pegiat Iklim Kacaukan Kota Inggris, Ciptakan ‘Pemberontakan Musim Panas’

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pegiat Iklim Kacaukan Kota Inggris, Ciptakan ‘Pemberontakan Musim Panas’

ASIATODAY.ID, LONDON – Pegiat lingkungan berusaha untuk menabur kekacauan di lima kota di Inggris, Senin, dalam upaya untuk memaksa pemerintah bertindak mencegah apa yang mereka sebut sebagai bencana iklim.

Kelompok pegiat lingkungan Extinction Rebellion memicu kekacauan di London dengan melakukan protes selama 11 hari pada April lalu, yang dianggap sebagai tindakan pembangkangan sipil terbesar dalam sejarah Inggris baru-baru ini.

Mereka memblokade lokasi-lokasi ikonik, merusak gedung perusahaan minyak dan gas Shell, menghentikan operasional kereta dan menarget Goldman Sachs.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

“Pergerakan darurat masyarakat biasa ini, yang terdorong untuk beraksi karena ancaman kerusakan iklim dan ekologi, menuntut pemerintah untuk secepatnya mengambil langkah menghentikan kepunahan hayati dan mengurangi kenaikan gas rumah kaca menjadi nol pada tahun 2025,” kata kelompok tersebut.

Mereka melakukan protes di Kota Bristol, Cardiff, Glasgow, Leeds dan London. Di masing-masing kota, mereka akan menghadirkan sebuah perahu besar bertuliskan ‘ACT NOW!’ atau ‘BERTINDAK SEKARANG!’.

Otoritas di Bristol mengatakan telah menutup jembatan Bristol karena protes tersebut dan kepolisian Wales Selatan juga telah memblokade jalan-jalan di pusat Kota Cardiff.

Di luar gedung Royal Courts of Justice di pusat kota London, para pegiat telah memarkir kapal berwarna biru dan melakukan olah raga yoga di jalan.

“Melalui serangkaian protes tanpa kekerasan, masyarakat di seluruh Inggris akan datang bersama untuk menggelar aksi kreatif pembangkangan sipil. Memblokade jembatan, jalan, dan lokasi tertentu sambil juga mengadakan pembicaraan, lokakarya, pelatihan, kegiatan ramah keluarga, majelis masyarakat, dan lain-lain,” kata Extinction Rebellion.

Kelompok lingkungan tersebut menginginkan pemberontakan sipil tanpa kekerasan untuk memaksa pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan mencegah krisis iklim yang diyakini akan menyebabkan kelaparan dan kehancuran sosial.

Mereka juga mengatakan bahwa ini adalah pemberontakan terhadap kepunahan spesies, termasuk spesies manusia.

Dengan melakukan aksi-aksi damai berskala besar, seperti memblokade lokasi-lokasi paling ikonik di London, menghancurkan sebuah pintu di gedung Shell dan mengejutkan para penentu kebijakan dengan protes setengah telanjang di gedung parlemen, kelompok tersebut telah mendapatkan pemberitaan besar-besaran.

Extinction Rebellion menuntut pemerintah untuk mendeklarasikan kedaruratan iklim dan ekologi, mengurangi kenaikan emisi gas rumah kaca menjadi nol pada tahun 2025, dan membuat majelis anggota masyarakat untuk memimpin pembuatan keputusan guna menghadapi perubahan iklim.

Bulan lalu, pemerintah Inggris mengumumkan akan mengesahkan undang-undang komitmen untuk mencapai emisi nol pada tahun 2050. Menurut data statistik pemerintah, pada tahun 2017, total emisi gas rumah kaca Inggris tercatat 43 persen lebih rendah dibanding tahun 1990 dan 2,6 persen lebih rendah dibanding 2016. (Ant/reuters/AT Network).

Tags: Asia TerkiniClimate ChangeClimate EmergencyGreen LondonIklim GlobalKrisis IklimUK
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.