• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Pelaku Industri Hijau di Semarang Ciptakan Inovasi SINDI

by Redaksi Asiatoday
January 27, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Menggiurkan, Peluang Investasi Hijau di Indonesia

Investasi Hijau. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri manufaktur di dalam negeri untuk mendukung kelestarian lingkungan hidup melalui praktek industri hijau. Hal ini sejalan dengan salah satu program prioritas yang terdapat di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Melalui implementasi industri 4.0, diharapkan dapat memperbaiki pendekatan keberlanjutan yang sudah ada sebagaimana telah disepakati bersama secara global dalam Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto pada Peluncuran Hasil Litbang Balai Besar Teknologi Pencegahan Pecemaran Industri (BBTPPI) di Semarang, Jawa Tengah, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Senin (27/01/2020).

Eko menegaskan, program pembangunan industri hijau merupakan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Industri hijau merupakan sebuah ikon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, di mana industri dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada BBTPPI Semarang selaku unit teknis di bawah BPPI yang telah menghasilkan teknologi bermanfaat bagi sektor industri agar bisa lebih ramah lingkungan. Inovasi itu adalah alat pemantauan lingkungan secara real time berbasis Internet of Things (IoT) yang terkoneksi dengan Sistim Informasi Digital (SINDI).

SINDI merupakan sistem informasi digital sebagai dashboard informasi yang terintegrasi dari beberapa layanan jasa teknis di BBTPPI Semarang. SINDI memiliki fitur pelaporan dan evaluasi hasil pengujian laboratorium yang terkoneksi, baik pelanggan sebagai pengguna jasa dan laboratorium sebagai unit penyedia analisis jasa pengujian.

BBTPPI Semarang juga menciptakan reaktor elektrokatalitik pengolah air limbah portable dan pengolahan ozonasi katalitik. Alat ini dapat dimanfaatkan untuk mengelola limbah cair dan gas yang dikeluarkan oleh industri, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

“Jadi, melalui sistem yang dikembangkan BBTPPI ini, kami punya dua pilot project. Yang pertama sudah kami tempatkan di industri untuk memonitoring emisi secara online karena menggunakan teknologi IoT. Selain itu, sistem monitoring air limbah yang dioperasikan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik BBTPPI,” paparnya.

Eko optimistis, melalui penerapan inovasi teknologi tersebut, dapat turut memacu daya saing industri yang memanfaatkannya.

“Dengan memastikan lingkungan terjaga baik, tentunya proses produksi akan bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Eko pun meyakini, inovasi teknologi yang dihasilkan oleh BBTPPI Semarang dapat mendukung program Citarum Harum dan Bengawan Solo Bersih.

“Upaya ini akan kami prioritaskan agar bisa sejalan dengan kebijakan pemerintah, dan kami juga berharap BBTPPI menjadi satelit bagi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 4.0,” tuturnya.

Guna mencapai sasaran tersebut, menurut Eko, perlu langkah sinergis dengan kementerian dan lembaga terkait termasuk pemerintah daerah.

“Bahkan, melalui inovasi teknologi ini, kami ingin mendorong pula pengembangan industri kecil dan menengah (IKM),” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBTPPI Semarang, Ali Murtopo Simbolon menyampaikan, sistem monitoring udara secara real time dan online telah diaplikasikan di PT. Ungaran Sari Garments dan CV. Jadi Jaya Makmur.

“Selain diaplikasikan di perusahaan, sistem sistem monitoring udara buatan BBTPPI juga telah di ujicoba untuk memonitor kualitas udara di Semarang dan Bandung,” ungkapnya.

Untuk pengembangan selanjutnya, sistem monitoring udara ini akan didesain agar dapat dikustomisasi tergantung pada spesifikasi polutan dan emisi yang dihasilkan di industri, terintegrasi ke dalam unit kontrol proses, dan mampu menganalisis baik kecenderungan dan early warning system melalui pengembangan sistem monitoring udara secara real time dan online berbasis artificial intelligence.

Sementara itu, untuk sistem monitoring air limbah, parameter yang dapat diukur dan dimonitor secara real time dan online antara lain: pH, suhu, Total Suspended Solid (TSS) atau Padatan Tersuspensi Total, Chemical Oxygen Demand (COD) atau Kebutuhan Oksigen Kimia, dan debit air.

“Prinsip dasar sistem ini adalah hasil pembacaan setiap jenis sensor akan dikirim oleh transmitter hingga menyajikan tampilan hasil pengukuran pada display dashboard,” terang Ali.

Selanjutnya, dengan bantuan data logger dikirimkan ke server dan ditampilkan dalam interface berbasis web maupun android, sehingga pemantauan kualitas air limbah yang dibuang dapat menjadi lebih mudah. Sistem ini diatur untuk melakukan pengukuran real time 24 kali selama 24 jam. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Green BusinessGreen IndustriIndustri Hijau IndonesiaKemenperin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.