• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Alasan Pemerintah Bangun Pusat Perawatan Pesawat di Batam Senilai Rp6,3 Triliun

by Redaksi Asiatoday
August 15, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Alasan Pemerintah Bangun Pusat Perawatan Pesawat di Batam Senilai Rp6,3 Triliun 1

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri penerbangan yang berkelanjutan. Salah satu bagiannya dengan membangun pusat perawatan pesawat MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) di Batam senilai Rp6,3 Triliun.

“Kerja sama pengembangan MRO diperlukan untuk efisiensi industri penerbangan. Kita berharap industri ini bisa lebih kompetitif dan tumbuh berkembang. Tentunya dengan tetap mampu menyediakan penerbangan nasional yang terjangkau,” ujar Darmin Nasution dalam acara Penandatanganan Kerja Sama, Peresmian, dan Peletakan Batu Pertama Hanggar dan Fasilitas MRO di Bandar Udara Hang Nadim-Batam, Rabu (14/8/2019).

Berdasarkan laporan International Air Transport Association (IATA), jumlah penumpang udara nasional akan mencapai 270 juta penumpang pada tahun 2034 atau naik lebih dari 300 persen dibanding 2014.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Indonesia juga diperkirakan akan masuk 10 besar pasar penerbangan dunia pada 2020. Bahkan akan menjadi lima besar dunia pada 2034.

“Batam dipilih sebagai lokasi MRO karena memiliki beberapa keunggulan. Kota ini berdekatan dengan Singapura, lokasi Original Equipment Manufacturer (OEM) yang menempatkan stock sparepart pesawat dan sebagai hub penerbangan internasional,” ujar Darmin.

Selain itu, kata Darmin, status Batam sebagai Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dengan berbagai kemudahan bisnis dan insentif fiskal, serta tersedia lahan yang sudah disewa seluas 30 hektare.

“Tak hanya itu, lokasi geografis Batam yang tidak jauh dari negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan juga berpotensi besar menjadi target market jasa MRO pesawat,” ujarnya.

Hadir dalam peletakan batu pertama itu antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar RI di Malaysia Rusdi Kirana, Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, Pimpinan DPRD Kepri, Walikota Batam Muhammad Rudi, Pimpinan Kementerian/Lembaga terkait (Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), Pimpinan Lion Group, Pimpinan Garuda Group, PT BAT (Batam Aero Teknik), serta Pimpinan BP Batam.

,’;\;\’\’
Tags: BatamDarmin NasutionPesawat
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.