• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pengguna Signal Tembus 105 Juta, Terbanyak dari Asia

by Redaksi Asiatoday
January 31, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengguna Signal Tembus 105 Juta, Terbanyak dari Asia

Aplikasi Signal. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA –  Pengguna aplikasi perpesanan Signal kian melejit. Jutaan orang dilaporkan menjadi pengguna baru dari aplikasi tersebut sejak awal 2021 dan paling terbesar dari Asia.

Peningkatan jumlah pengguna tak lepas dari kebijakan privasi baru WhatsApp. Persyaratan baru mengharuskan semua pengguna WhatsApp untuk berbagi data dengan Facebook.

Lonjakan jumlah pengguna juga dipengaruhi oleh ajakan untuk menggunakan Signal yang disampaikan oleh CEO Tesla Elon Musk dan Edward Snowden.

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Dikutip dari App Figures, Minggu (31/1/2021), jumlah unduhan Signal meningkat tajam setelah kicauan Musk dan Snowden. Berdasarkan data, unduhan meningkat dari 20 ribu per hari menjadi lebih dari 2 juta pengguna.

Facebook telah mengklarifikasi bahwa mereka tidak menginginkan akses ke semua komunikasi pribadi tetapi hanya yang dilakukan dengan bisnis, tetapi efek negatif dari kebijakan privasi baru itu telah terjadi.

Selain jumlah, data mencatat bahwa pengunduh baru Signal banyak berasal dari negara Asia yakni India dan Indonesia. Signal di kedua negara itu sebelumnya tidak populer.

Indonesia, India, dan Afrika Selatan disebut menyumbang 40 persen dengan lebih dari 10 juta perkiraan unduhan di bulan Januari.

Business of Apps memberitakan, Signal dibentuk melalui penggabungan RedPhone dan TextSecure, aplikasi unggulan dari Signal Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk teknologi privasi sumber terbuka.

Perangkat lunak yang mendukung aplikasi Signal telah diimpor ke WhatsApp, Facebook Messenger, Skype dan Google Allo, meskipun enkripsi ujung ke ujung tidak ditawarkan secara default pada platform ini.

Berdasarkan data, jumlah pengguna Signal pada Desember 2019 hanya 500 ribu, kemudian meningkat menjadi 3,5 juta pada Juli 2020 dan 20 juta pada Desember 2020.

Sedangkan jumlah unduhan Signal pada Desember 2019 hanya 10 juta. Kemudian meningkat menjadi 32 juta pada Juli 2020 dan 105 juta pada Desember 2020.

Signal diklaim tidak menghasilkan pendapatan apa pun dari aplikasi, melainkan mengandalkan donasi untuk melanjutkan pengembangan.

Pada 2018 misalnya, Signal menerima USD600.000 dalam bentuk sumbangan, tetapi menghabiskan USD4 juta untuk staf dan infrastruktur.

Co-founder WhatsApp Brian Actor memberi Signal pinjaman tanpa bunga sebesar USD105 juta pada tahun 2018. (ATN)

Tags: FacebookSignalWhatsApp
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.