• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Penjualan Feronikel Antam Tembus Rp4,46 Triliun di 2020

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kolaborasi China, Antam Bangun Lima Smelter Senilai Rp102 Triliun

Smelter Feronickel PT Antam di Pomalaa, Kolaka. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2020. Hal ini tidak lepas dari kinerja segmen nikel yang menjadi salah satu komoditas utama perusahaan negara itu.

Selain mencatatkan laba bersih Rp1,15 triliun, di tahun 2020 Antam juga mencatatkan capaian volume produksi feronikel tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan, meskipun sejak akhir 2019 kebijakan ekspor bijih nikel sudah dihapuskan pemerintah, hal tersebut tidak mempengaruhi pencatatan positif Antam di segmen nikel.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Tahun 2020 lalu kami memfokuskan strategi dengan mengembangkan basis pelanggan di dalam negeri, terutama pemasaran produk-produk emas serta bijih nikel Antam. Hal inilah yang menjadi salah satu pendorong terjaganya produksi segmen nikel hingga feronikel dapat mencatatkan rekor,” ujar dia dalam keterangan tertulis dikutip dari keterbukaan informasi perusahaan, Senin (22/3/2021).

Di tahun 2020 Antam mencatatkan produksi feronikel sebesar 25.970 ton nikel dalam feronikel (TNi) naik dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan feronikel Antam menjadi kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih perusahaan sebesar Rp4,46 triliun atau 17 persen dari total penjualan 2020.

“Untuk bijih nikel sendiri, Antam mencacatkan produksi sebesar 4,67 juta wet metric ton (wmt) yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam dan untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan domestik,” tambah Kunto.

Performa bijih nikel Antam yang saat ini difokuskan di dalam negeri memberikan kontribusi sebesar Rp1,87 triliun atau 7 persen dari total penjualan perusahaan, tumbuh 93 persen dibandingkan penjualan domestik segmen nikel di tahun 2019 sebesar Rp968,16 miliar.

“Secara akumulatif, segmen nikel Antam memperoleh laba usaha segmen sebesar Rp2,22 triliun dan laba tahun berjalan segmen nikel sebesar Rp1,92 triliun,” papar Kunto.

Pada tahun 2021 ini, Kunto memaparkan strategi Antam akan tetap menjaga biaya produksi tetap rendah sehingga daya saing usaha produk Antam tetap terjaga positif di tengah volatilitas harga komoditas internasional.

“Antam melihat prospek bisnis nikel tahun ini masih akan tetap baik seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri,”kata Kunto.

“Kenaikan outlook bijih nikel di Indonesia terjadi seiring dengan kualitas produk bijih nikel Antam yang sesuai dengan kebutuhan pasar domestik serta pertumbuhan pengolahan nikel di dalam negeri yang mengakibatkan kenaikan permintaan nikel domestik,” jelasnya.

Saat ini Antam tercatat sebagai salah satu produsen feronikel global berbiaya rendah dengan capaian biaya tunai sebesar USD3,36 per pon. Capaian ini memperkokoh posisi Antam sebagai salah satu pemain feronikel global yang berdaya saing tinggi. (ATN)

Tags: NikelPT AntamSmelter FeronikelTambang Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.