• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pentagon Merespons Upaya ‘Destabilisasi’ China di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
August 7, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Vietnam Protes China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Latihan militer China di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menyampaikan keprihatinan tentang aktivitas “destabilisasi” Beijing di dekat Taiwan dan Laut China Selatan (LCS).

Esper mengungkapkan hal itu saat berbicara melalui telepon dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, kata Pentagon, Kamis (6/8/2020) dikutip Reuters.

Pembicaraan telepon ketika hubungan AS-China memburuk dengan cepat tahun ini karena berbagai masalah, termasuk penanganan virus corona oleh Beijing, perusahaan peralatan telekomunikasi Huawei, klaim teritorial China di LCS, dan isu Hong Kong.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Menteri Esper juga menyampaikan pentingnya RRC (Republik Rakyat China) mematuhi hukum, aturan, dan norma internasional serta memenuhi komitmen internasionalnya,” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman.

Pernyataan terpisah Pentagon mengatakan kedua belah pihak setuju untuk “mengembangkan sistem yang diperlukan menyangkut komunikasi krisis dan pengurangan risiko.”

Esper sebelumnya mengatakan bahwa dia berharap untuk mengunjungi China pada akhir tahun guna meningkatkan saluran komunikasi untuk menangani krisis dan menangani bidang-bidang lain yang menjadi kepentingan bersama.

AS telah lama menentang klaim teritorial China yang luas di LCS dan telah mengirim kapal-kapal perangnya melalui perairan strategis itu.

“Wei mendesak pihak AS untuk menghentikan perkataan dan perbuatan salah, meningkatkan manajemen dan kontrol risiko maritim,  tidak mengambil langkah berbahaya yang dapat meningkatkan situasi, dan menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata kantor berita resmi China, Xinhua.

China pada Kamis mengancam akan mengambil tindakan balasan atas perjalanan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar ke Taiwan, ketika pulau yang diklaim China itu bersiap menerima kunjungan resmi pejabat tingkat tertinggi AS dalam empat dekade.

Pada Juni, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan diplomat utama China, Yang Jiechi, di Hawaii. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.