• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Perang Dingin AS-China Lebih Mengkhawatirkan Dibanding Covid-19

by Redaksi Asiatoday
June 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Donald Trump dan Xi Jinping Bahas Virus Corona 

Donald Trump dan Xi Jinping. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ekonom berpengaruh Jeffrey Sachs memandang, memperdalam perang dingin antara AS dan China akan lebih mengkhawatirkan bagi dunia daripada wabah Covid-19.

Dunia menuju periode “gangguan besar tanpa kepemimpinan” setelah pandemi Covid-19, katanya dilansir dari BBC, Senin (21/6/2020).

“Konflik antara dua negara adidaya akan memperburuk hal itu,” katanya memperingatkan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Profesor dari Universitas Columbia itu menyalahkan pemerintah AS atas permusuhan antara kedua negara.

“AS menunjukkan kekuatan untuk perpecahan, bukan untuk kerja sama,” katanya  dalam sebuah wawancara dengan BBC Business Report.

“Ini adalah kekuatan untuk mencoba menciptakan perang dingin baru dengan China. Jika ini terjadi, jika pendekatan semacam itu digunakan, maka kita tidak akan kembali normal. Kita akan memicu kontroversi yang lebih besar dan bahaya yang lebih besar pada kenyataannya,” terangnya.

Komentar Sachs keluar ketika ketegangan antara AS dan China terus tumbuh di beberapa bidang, bukan hanya di sektor perdagangan.

Pekan ini Presiden Trump menandatangani undang-undang yang mengesahkan sanksi AS terhadap pejabat China yang bertanggung jawab atas penindasan umat Islam di Provinsi Xinjiang.

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Presiden Trump mengatakan dia yakin China  telah mendorong penyebaran virus corona  sebagai cara untuk mengacaukan ekonomi yang tengah bersaing.

AS telah melarang Huawei menggunakan teknologi chip buatan negaranya, tetapi memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk bekerja dengan perusahaan pada standar 5G.

Pemerintahan Trump juga membidik perusahaan-perusahaan China, khususnya raksasa telekomunikasi China, Huawei, yang menurut Washington digunakan untuk membantu Beijing memata-matai para pelanggannya. Akan tetapi China menyangkal ini, seperti halnya Huawei.

Akan tetapi, bisa jadi sikap keras Presiden Trump terhadap China dan Huawei merupakan bagian dari taktik politik untuk menjadikan dirinya terpilih kembali, setidaknya menurut sebuah buku baru yang ditulis oleh mantan Penasihat Keamanan Nasional, John Bolton.

Profesor Sachs juga setuju bahwa langkah Trump menargetkan Huawei tidak  sekadar masalah keamanan.

“AS kehilangan keuntungan pada 5G, yang merupakan bagian penting dari ekonomi digital baru. Dan Huawei mengambil bagian lebih besar dari pasar global,” tandasnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaDonald TrumpXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.