• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Perdagangan Global Terhambat, Imbasnya Dirasakan Indonesia

by Redaksi Asiatoday
May 7, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Covid-19, Negara di Dunia Diminta Cabut Pembatasan Ekspor 

Aktivitas ekspor. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Meluasnya penyebaran coronavirus (covid-19) berdampak signifikan terhadap perdagangan global. Pola perdagangan global menjadi berubah akibat supply dan demand yang terganggu.

Selain itu pelarangan ekspor impor beberapa komoditas pangan dan kesehatan, perubahan pusat rantai pasok global, peningkatan biaya logistik, hingga ancaman resesi ekonomi global membuat kerja sama perdagangan menjadi tidak berjalan efektif selama pandemi.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengakui, selama masa pandemi covid-19 seluruh Perwakilan Perdagangan RI yaitu Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara termasuk Kamar Dagang, serta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) kesulitan untuk melakukan pameran dan mengumpulkan para buyer.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Pembatasan sosial maupun lockdown yang diberlakukan dihampir seluruh negara telah membuat upaya menjalin kerja sama perdagangan tidak berjalan efektif,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Meskipun demikian, Mendag terus berupaya untuk tetap mendorong ekspor dengan memanfaatkan potensi permintaan yang ada saat pandemi ini, seperti produk makanan dan alat kesehatan bila kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.

Pandemi juga berdampak bagi perdagangan nasional. Antara lain potensi inflasi barang pokok akibat terganggunya logistik dan distribusi, terganggunya perdagangan antarpulau, perubahan pola konsumsi masyarakat, daya beli masyarakat melemah, hingga transaksi dagang dan omzet pedagang kecil yang merosot tajam.

Agus menegaskan pihaknya akan terus memastikan kebutuhan barang pokok tercukupi. Perdagangan juga akan tetap berjalan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi.

“Jadi tidak perlu panik dalam berbelanja di bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri. Belanjalah sesuai dengan kebutuhan agar stok yang tersedia mencukupi dengan harga yang terjangkau untuk seluruh masyarakat,” tutup Agus. (ATN)

Tags: Ekspor IndonesiaImpor IndonesiaKemendag RIPerdagangan DuniaPerdagangan IndonesiaWorld Trade
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.