• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Perluas Pasar, Produsen Garmen China Siap Ekspansi ke Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
November 28, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perluas Pasar, Produsen Garmen China Siap Ekspansi ke Asia Tenggara

ASIATODAY.ID, NINGBO – Youngor Group, produsen pakaian asal China, siap ekspansi dan membuka pabrik di Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia.

“Kami sedang membuat rencana masa depan untuk memasuki pasar di Asia Tenggara. Kami sedang mempertimbangkan untuk membangun pabrik di Indonesia, Malaysia, dan Thailand,” terang Deputi Manajer Youngor Group, Gaogang Hu, di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China, dikutip Kamis (28/11/2019).

Hu mengungkapkan kendati telah lama berdiri, Youngor saat ini tidak mempunyai cabang perusahaan maupun pabrik di luar negeri.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Perusahaan tersebut pernah membuka pabrik di Filipina yang kemudian ditutup karena beberapa alasan. Namun, perusahaan itu terus bekerja sama dengan beberapa mitra lokal di beberapa negara, seperti Srilanka dan Rumania.

“Kami sejauh ini hanya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan pakaian lain di luar negeri. Saat ini produk kami lebih banyak dipasarkan secara domestik,” jelas Hu.

Youngor sejauh ini banyak menjual produk pakaiannya di bawah merk lain, seperti Hart Schaffner Marx, merek pakaian pria di Amerika dan perusahaan itu mendapatkan hak untuk memproduksi pakaian menggunakan merek tersebut untuk pasar China, Hong Kong, dan Makau.

Untuk itu, Youngor memiliki visi utama dan terus berupaya untuk membangun merk ternama bagi produk-produk pakaiannya.

Perusahaan itu juga telah membangun kemitraan strategis dengan lima perusahaan penyedia bahan pakaian kelas internasional, yakni Zegna, Loro Piana, Cerruti 1881, Alumno, dan Albini. Selain itu, Youngor mengajak kelima perusahaan tersebut bekerja sama untuk membangun bisnis mode bersama dengan satu merk Mayor.

Selanjutnya, Youngor juga berupaya untuk memperluas bisnisnya ke pasar lain, terutama ke kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Menurut Hu, pasar Asia Tenggara akan menjadi suatu pasar baru bagi perusahaan tersebut dan merupakan pasar yang sangat berbeda dengan pasar China.

“Jika kami ingin membuka pasar di Asia Tenggara, kami harus menemukan mitra lokal yang sangat sesuai dengan bisnis kami,” imbuhnya.

Youngor Group didirikan pada 1979. Total asetnya hingga akhir 2017 mencapai 83,1 miliar yuan setara dengan US$11,85 miliar. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia BusinessAsia TenggaraIndustri GarmenYoungor Group
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.