• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Permintaan Batubara Global Melemah Akibat Covid-19

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemerintah Indonesia Pertahankan Kuota DMO Batu Bara

Kapal Tongkang bermuatan Batu Bara, di Teluk Samarinda. Foto : merahjohan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Berkurangnya konsumsi listrik di negara-negara terdampak pandemi Covid-19, mengakibatkan permintaan batubara turun sehingga berdampak pada terjadinya sedikit over supply batubara secara global.

Hal ini mempengaruhi penurunan empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

“Rata-rata indeks bulanan ICI turun 2,66 persen, Platt’s turun 2,75 persen, GCNC turun 1,77 persen, NEX turun 0,66 persen. Karena keempatnya mengalami penurunan maka Harga Batubara Acuan (HBA) yang dipengaruhi keempat indeks tersebut dipastikan juga ikut turun,” ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, melalui keterangan tertulisnya Rabu (8/4/2020).

RelatedPosts

Indonesia Advances Coal Downstream Strategy with Activated Carbon Pilot Plant

Southeast Sulawesi Recognizes Five Nickel Mining Companies for Outstanding Regional Tax Compliance

Nickel Changed the World: How Indonesia Became the New King of Critical Minerals

Agung membenarkan bahwa turunnya indeks harga batubara ini terjadi salah satunya dipicu demand listrik yang berkurang di negara-negara terdampak pandemi Covid-19.

“Kebijakan Work From Home di beberapa negara mengakibatkan konsumsi listrik di beberapa ibukota dan pusat bisnis menurun yang berpengaruh pada turunnya permintaan batubara,” lanjut Agung.

Agung menyebut, nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

“Dari perhitungan rata-rata keempat indeks tersebut, angka HBA diusulkan menjadi USD 65,77 per ton, atau turun USD 1,31 dari HBA Maret yang ada di angka USD 67,08 per ton,” papar Agung.

Sejak turun bulan Januari 2020 yang mencatatkan angka USD 65,93 per ton (turun dari USD 66,30 di Desember 2019), HBA mengalami fluktuasi, naik di Februari (USD 66,89) dan Maret (USD 67,08), dan kembali turun di bulan April 2020 ini.

HBA bulan April 2020 ini akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). (AT Network)

Tags: COVID-19Fluktuasi Harga Ekspor TambangHarga BatubaraKESDMTambang Batu Bara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Charges 35 Indians Over Alleged Dubai-Linked Gambling Ring
  • China Escalates Trade War, Blacklists 20 Japanese Companies in Major Export Crackdown
  • Indonesia Slashes Industrial LNG Prices by 37% to Shield Manufacturers and Protect Jobs
  • Asia Drives Global Growth, Holds US$7 Trillion in FX Reserves
  • Indonesia’s IDX Posts Record Profit, Expands ASEAN Reach
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.