• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pertama di Pasar Modal, SoftBank Buka Kesempatan Investasi Publik

by Redaksi Asiatoday
August 23, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertama di Pasar Modal, SoftBank Buka Kesempatan Investasi Publik

SoftBank di Pasar Modal. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – SoftBank Corp. berencana untuk melakukan sesuatu yang mungkin menjadi yang pertama di pasar modal.

Strategi baru mereka akan memungkinkan individu di Jepang untuk berpartisipasi dalam penawaran umum perdana dengan dana paling rendah sekitar 1.000 yen atau kurang sedikit dari US$10.

One Tap BUY Co. yang dikendalikan oleh unit nirkabel raksasa investasi SoftBank Group Corp, sedang bersiap untuk mulai menawarkan penjualan tersebut pada awal Maret 2020 setelah mendapatkan persetujuan pengaturan yang diperlukan.

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Chief Executive Officer One Tap BUY Masaaki Uchiyama mengatakan bahwa langkah ini akan menjadi yang pertama kalinya, di mana investor dapat ikut serta dalam IPO melalui jumlah investasi, bukan jumlah saham yang ditentukan.

“Ketika Anda membeli makanan atau mengisi bahan bakar mobil Anda, lebih mudah untuk menentukan jumlah uang yang ingin Anda keluarkan daripada volumenya. Satu-satunya hal yang ingin diketahui investor adalah berapa banyak yang dapat mereka peroleh dari US$10,” terang Uchiyama seperti dikutip melalui Bloomberg, Kamis (22/8/2019).

Softbank merupakan pesaing dari Line Corp dan Rakuten Inc. dalam perlombaan untuk memanfaatkan konsumen individu melalui layanan keuangan.

Line memulai jasa pialang online dengan bank terbesar Jepang, Nomura Holdings Inc., pekan ini, sedangkan Rakuten bulan lalu mengumumkan akan mulai membuka jasa peminjaman dana dan menerbitkan kartu kredit di Amerika Serikat.

Ketiganya bertujuan untuk menciptakan dan memperluas pasar baru, yakni dengan menargetkan investor yang lebih muda dan kurang mampu.

SoftBank memiliki 46% saham One Tap BUY, sementara Mizuho Securities Co. memegang 13%.

Uchiyama, yang sebelumnya pernah bertugas di SMBC Nikko Securities Inc. dan Accenture Plc., diangkat menjadi CEO pada Juli setelah bergabung dengan broker berbasis smartphone tersebut pada 2016.

CEO tersebut juga menyampaikan bahwa One Tap BUY tengah merencanakan IPO sendiri dalam waktu 3 hingga 5 tahun ke depan.

Menjelang aksi tersebut, perusahaan berencana untuk mengumpulkan sebanyak 3 miliar yen atau senilai US$28 juta dari investor pada Maret 2020 untuk memperluas operasi brokernya.

“Selama kita adalah unit SoftBank, kita seharusnya berusaha menjadi unicorn,” kata Uchiyama. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Investasi SoftBankSoftBank
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.