• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Pertemuan Dewan Menteri OECD: Indonesia Siap Pimpin Perdagangan Karbon Dunia

by Redaksi Asiatoday
October 8, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Pertemuan Dewan Menteri OECD: Indonesia Siap Pimpin Perdagangan Karbon Dunia

Pertemuan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)/OECD Ministerial Council Meeting) dalam sesi pleno Building A Green Future, pada 5—6 Oktober 2021, di Paris, Prancis. Dok Kemendag

ASIATODAY.ID, PARIS – Menteri  Perdagangan Republik Indonesia Muhammad  Lutfi  menyampaikan potensi dan kekuatan besar Indonesia saat menghadiri Pertemuan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)/OECD  Ministerial  Council  Meeting) pada  5—6  Oktober  2021, di Paris, Prancis.

Dalam sesi  pleno Building  A  Green  Future,  terutama  dalam  perdagangan karbon, Indonesia berpotensi sebagai negara superpower dunia.

“Indonesia berpotensi menjadi carbon  offset  superpower di dunia  melalui  perdagangan  karbon sukarela  secara  internasional.  Namun,  kerja  sama  internasional  diperlukan  untuk  mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif,” jelas Mendag Lutfi, dikutip Jumat (8/10/2021).

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Dalam sesi tersebut, Indonesia secara tegas juga menyampaikan komitmennya untuk mengurangi emisi  gas  rumah  kaca  sebagaimana  tercantum  dalam  kesepakatan  Paris  Agreement.  Salah  satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kebijakan carbon pricing.

Keikutsertaan Indonesia dalam Pertemuan Dewan Menteri OECD ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama  dengan  berbagai  negara  di  dunia  serta  membahas  berbagai  isu  perdagangan  terkini.

Dalam  kunjungannya,  Mendag  turut  didampingi  Direktur  Jenderal  Perundingan  Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono.

Dalam pertemuan ini, Mendag menghadiri sesi pleno tingkat menteri Building a Green Future yang membahas Innovation and Inclusive Pathways to Net-Zero, serta mengadiri kegiatan working lunch dengan tema Promoting Trade for All.

Hal  lain  yang  dibahas  pada sesi Building  a Green  Future  adalah upaya  mendorong  agenda pemulihan  ekonomi  yang  kini  juga  dikemas  untuk  mendukung  agenda  transisi  menuju  ekonomi hijau,  inovasi,  dan  peluang  ekonomi  baru  bagi  para  pekerja.

Untuk  mencapai  upaya  pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerjasama internasional. Hal  ini dapat dilihat dari  beberapa inisiatif yang diluncurkan beberapa negara seperti Green Deal (Uni Eropa), Build Back Better World (G7), Beyond Zero Initiative (Jepang), dan Blue Dot Network (Amerika Serikat, Jepang, dan Australia).

Sedangkan,  dalam  sesi working  lunch,  para  menteri  memastikan  manfaat  perdagangan  dapat dirasakan   seluruh   pihak   lapisan   masyarakat   dan   lingkungan.   Pada   dasarnya,   para   menteri menyadari  bahwa  adanya  urgensi  untuk  mengembangkan  kebijakan  perdagangan  yang  dapat berkontribusi   atas   permasalahan   sosial,   ekonomi   dan   lingkungan,   termasuk   antara    lain perlindungan  kesejahteraan  pekerja,  wanita  dan  anak-anak,  serta  kompetisi,  subsidi,  kelestarian lingkungan, dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan Bilateral

Di  sela  rangkaian  kegiatan  Pertemuan  Dewan  Menteri  OECD,  Mendag  Lutfi  melakukan  beberapa pertemuan  bilateral dengan  negara-negara  sahabat,  yaitu  Kazakhstan,  Prancis,  Amerika  Serikat, Kanada, Spanyol, Uni Eropa, dan juga dengan Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.

Pada   hari   pertama   (5/10),   Mendag   Lutfi   melakukan   pertemuan   bilateral   dengan   Menteri Perdagangan  dan  Integrasi  Kazakhstan  Bakhyt  Sultanov.  Dalam  pertemuan  ini,  kedua  Menteri membahas  rencana  persiapan  pelaksanaan  Konferensi  Tingkat  Menteri  (KTM)  ke-12  WTO  di Jenewa pada Desember tahun ini, dimana Kazakhstan akan menjadi Chair pada kegiatan tersebut.

Kedua  Menteri  juga  membahas  isu-isu  strategis  yang  dapat  dilakukan  untuk  dapat  mencapai konsensus  pada  KTM  ke-12  mendatang,  antara  lain  isu  pertanian,  subsidi  perikanan  (fisheries subsidies), HAKI, serta isu-isu terkini lainnya.

Berikutnya,  Mendag  Lutfi melakukan  pertemuan  bilateral  dengan Menteri  Perdagangan  Luar Negeri   dan   Daya   Saing   Ekonomi Prancis   Franck   Riester.   Pertemuan   membahas   penguatan hubungan  perdagangan  bilateral  dan  investasi  kedua  negara  antara  lain  terkait  diversifikasi produksi  nikel,  energi  terbarukan,  akses  pasar  produk  ban,  dan  TV  digital.  Selain  itu,  kedua Menteri  juga  mendiskusikan kelanjutan  perundingan  Indonesia-European  Union  Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), persiapan KTM ke-12 WTO dan G20, serta beberapa isu perdagangan lainnya.

Selanjutnya,  Mendag  Lutfi  bertemu  dengan Head  of  United  States  Trade  Representative (USTR) Ambassador  Katherine  Tai.  Pertemuan  membahas  beberapa  isu  perdagangan  multilateral  yang strategis, antara lain terkait subsidi perikanan, perdagangan jasa, penguatan WTO, serta isu terkini di  forum  multilateral.  Selain  itu,  turut  dibahas  persiapan  pelaksanaan  perundingan  Trade  and Investment Framework Agreement (TIFA) ke-18 yang akan dilaksanakan November tahun ini.

Kemudian,  Mendag  Lutfi  juga melakukan   pertemuan  bilateral  dengan  Menteri  Usaha  Kecil, Promosi  Ekspor  dan  Perdagangan  Internasional  Kanada  Mary  Ng.  Kedua  negara  sepakat  memulai perundingan pertama   Indonesia-Canada   CEPA   (ICA-CEPA)   pada   awal   2022.   Pihak   Kanada menginformasikan,   saat   ini   tengah   dalam   proses   internal   di   parlemen   sebelum   dimulainya perundingan.

Mendag  Lutfi  menyampaikan  harapan  agar  ketentuan-ketentuan  yang  berpotensi  menjadi  isu perundingan  dapat  disepakati  secara  pragmatis  dan  kolaboratif.  Sementara  itu,  terkait  hubungan bilateral  kedua negara,  Kanada  mengutarakan  keinginan  mendapatkan  akses  pasar  untuk  produk daging  sapi  dan  perhatian  sektor  swasta  Kanada  yang  memenuhi  ketentuan  standar  halal  di Indonesia tanpa memberikan hambatan perdagangan.

Memulai  hari  ke-2  OECD MCM  Paris  (6/10),  Mendag  Lutfi  bertemu  dengan  Menteri  Industri, Perdagangan,   dan   Pariwisata   Spanyol Maria   Reyes   Maroto.   Menteri   Maroto   mengawali pertemuan  dengan menyambut  positif  proses  perundingan I-EU  CEPA yang  dapat  memberikan manfaat  ekonomi  bagi  kedua  pihak.  Mendag  Lutfi  menyampaikan  harapan  agar  Spanyol  dapat turut  memberikan dorongan  politis  kepada  pihak  Uni  Eropa  untuk  dapat  segera  mendapatkan kemajuan pembahasan sebelum putaran 11 perundingan I-EU CEPA dilaksanakan pada November 2021.

Spanyol juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu prioritas bagi ekspansi bisnis dan  perdagangan  pelaku  usaha  Spanyol.  Untuk  itu,  direncanakan  kunjungan  Menteri  Maroto dalam  waktu  dekat  bersama  dengan  perwakilan  bisnis  (trade  mission)  untuk meningkatkan hubungan   perdagangan   kedua   negara   khususnya   di   sektor   infrastruktur,   air   dan   sanitasi, renewables,   dan   sektor    lainnya.

Mendag   Lutfi   menyambut   baik   rencana   tersebut   dan menyampaikan kepentingan Indonesia untuk mendapatkan investasi dan transfer teknologi dalam rangka  menghindari  persoalan Middle-Income Trap agar  dapat  menjadi  negara  penghasil  dan pengekspor produk bernilai tambah.

Selanjutnya,  Mendag  Lutfi  melakukan  pertemuan  bilateral  dengan Executive  Vice  President Uni Eropa  Valdis  Dombrovskis.  Pertemuan  membahas  dua  hal,  yaitu I-EU  CEPA dan  persiapan  KTM WTO  ke-12.  Mengenai  perundingan I-EU  CEPA,  Mendag  Lutfi  menyampaikan  bahwa  komunitas bisnis Indonesia memiliki minat yang tinggi terhadap penyelesaian perundingan tersebut. Namun, belakangan   ini   hubungan   perdagangan   bilateral   kedua   negara   diwarnai   beberapa   isu   yang mempengaruhi dinamika perundingan.

Kedua  pihak  sepakat  untuk  memberikan  mandat  kepada  para  negosiator  untuk  memperoleh kemajuan  signifikan  pada  putaran  ke-11  perundingan I-EU  CEPA pada  8—12  November  2021 mendatang secara daring.

Mendag Lutfi dan EVP Dombrovskis direncanakan akan kembali bertemu di sela-sela KTM WTO ke-12. Selain itu, pihak Uni Eropa mengharapkan dukungan Indonesia atas proposal Trade and Health Initiative sebagai salah  satu outcome KTM  ke-12  WTO.  Indonesia  mengakui  bahwa  dalam  upaya mengatasi  pandemi,  kesepakatan  terkait  fleksibilitas  ketentuan  perjanjian  Trade-Related  Aspects of  Intellectual  Property Rights  (TRIPs)  tetap  diperlukan  khususnya  bagi  negara  berkembang  guna mendapatkan akses vaksin.

Sedangkan,  untuk  menjalin  konsensus  mengenai  beberapa  isu  prioritas  pada  KTM  WTO  ke-12, Mendag  Lutfi  melakukan  pertemuan  bilateral  dengan  Dirjen  WTO  Ngozi  Okonjo-Iweala.  Dalam pertemuan  ini,  Indonesia  menyatakan  kesiapannya  untuk  melakukan konsolidasi  dengan  Negara berkembang  anggota  WTO  khususnya  guna  mencari  kesamaan  untuk  isu  pertanian,  subsidi perikanan, dan TRIPs waiver. (ATN)

Tags: Beyond Zero InitiativeBlue Dot NetworkBuild Back Better WorldCarbon TradeGreen DealI-EU CEPANetral KarbonOECDParis AgreementWorld TradeWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.