• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Perusahaan China Kembangkan Baterai Mobil Listrik Tanpa Nikel dan Kobalt

by Redaksi Asiatoday
August 17, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perusahaan China Kembangkan Baterai Mobil Listrik Tanpa Nikel dan Kobalt

Perusahaan China, Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL). Ist

ASIATODAY.ID, SHANGHAI – Perusahaan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) tengah mengembangkan baterai kendaraan listrik (EV) jenis baru yang tidak mengandung nikel atau kobalt.

Nikel dan kobalt adalah bahan utama dalam baterai yang menggerakkan  kendaraan listrik. Produsen baterai dari Panasonic Corp Jepang hingga LG Chem Korea Selatan menurunkan penggunaan kobalt karena mahal dalam baterai nikel-kobalt-aluminium (NCA) atau baterai nikel-kobalt-mangan (NCM).

Bos Tesla, Elon Musk, bulan lalu mendesak para penambang untuk memproduksi lebih banyak nikel, memperingatkan biaya baterai saat ini tetap menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan perusahaan.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

CATL yang berbasis di Ningde, China, membuat baterai NCM dan memasok baterai lithium iron phosphate (LFP) ke Tesla. Perusahaan ini juga memiliki kemitraan dengan Toyota dan Honda serta memasok Volkswagen AG dan Daimler AG.

“Jenis baterai baru akan berbeda dari baterai NCA, NCM dan LFP yang sudah ada dan tidak akan memiliki logam mahal seperti nikel atau kobalt,” kata Meng Xiangfeng, seorang eksekutif senior di CATL, dalam konferensi industri yang diadakan oleh Asosiasi Produsen Mobil Cina di Shanghai, dikutip dari Reuters, Minggu (17/8/2020).

Meng tidak memberikan rincian atau biaya jenis baterai yang direncanakan. CATL juga mengembangkan teknologi terpisah untuk mengintegrasikan sel baterai langsung ke kerangka mobil listrik untuk memperluas jangkauan berkendara. (ATN)

Tags: Contemporary Amperex TechnologyGreen EnergyIndustri Mobil ListrikMobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.