• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Pesona Bawah Laut Mandeh, dari Bangkai Kapal Boelongan hingga Keanekaragaman Hayati  

by Redaksi Asiatoday
August 20, 2022
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pesona Bawah Laut Mandeh, dari Bangkai Kapal Boelongan hingga Keanekaragaman Hayati  

Bangkai kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam pada tahun 1942 saat Perang Dunia II di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dok KKP

ASIATODAY.ID, PESISIR SELATAN – Perairan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyimpan pesona keindahan bawah laut yang eksotis.

Salah satu daya tariknya, keberadaan bangkai kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam pada tahun 1942 saat Perang Dunia II.

“Mandeh ini kan icon Sumatera Barat, landscapenye luar biasa indah begitu juga bawah lautnya. Kita ingin orang melihat Mandeh ini, tapi yang datang itu diharapkan orang yang berkualitas yaitu yang paham dengan alam dan tahu menjaga alam, bukan malah merusak alam,” ungkap Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto ketika menutup turnamen fotografi dan videografi bawah laut di Pesisir Selatan, Jumat (19/8/2022).

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Turnamen ini diikuti sebanyak 15 peserta  yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Di hari pertama, mereka mulai menyelam di perairan Mandeh pada Rabu 17 Agustus usai melangsungkan upacara bendera di bawah air.

Pesona Bawah Laut Mandeh, dari Bangkai Kapal Boelongan hingga Keanekaragaman Hayati   1
Bangkai kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam pada tahun 1942 saat Perang Dunia II di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dok KKP

Lokasi penyelaman pertama di sekitar Pulau Cubadak yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya.

Lokasi penyelaman selanjutnya di esok hari, adalah Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) MV Boelongan Nederland di kedalaman sampai 30 meter dari permukaan laut. Kapal milik Belanda yang dibuat pada tahun 1915 tersebut tenggelam akibat serangan tentara Jepang pada awal tahun 1942.

Bangkai kapal Boelongan yang masih terlihat utuh itu, kini menjadi habitat terumbu karang, dan beragam biota laut seperti penyu dan gerombolan ikan.

Penyelaman di area ini didampingi oleh safety driver untuk memastikan keselamatan para penyelam sekaligus menjaga kelestarian kekayaan laut Mandeh.

Usai penyelaman di tiap lokasi, para peserta selanjutnya melakukan aksi mengambil sampah yang tampak di area penyelaman, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kesehatan laut. Sampah plastik yang terkumpul terbilang sedikit menunjukkan masih alaminya kawasan ini.

“Ini adalah kegiatan positif yang penyelenggarannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemda hingga komunitas penyelaman. Sinergi yang sangat baik. Harapan kami kegiatan ini membawa dampak ekonomi sikular yang tentunya tidak hanya manfaat ekonomi tapi juga sumber daya alamnya tetap terjaga, karena laut Mandeh ini masih alami sekali dan bersih,” papar Doni.

Rangkaian turnamen fotografi dan videografi bawah air sebagai bagian dari acara besar bertajuk Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut yang berlangsung dari 17 – 21 Agustus di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang untuk mempromosikan salah satu program ekonomi biru KKP yakni Bulan Cinta Laut.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar meyakini turnamen fotografi dan videografi bawah air yang digelar KKP dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Mandeh.

Kawasan Mandeh merupakan objek wisata unggulan karena sajian yang dihadirkan sangat beragam, mulai dari panorama alam, kuliner, hingga keindahan bawah laut.

“Susah payah kami memperkenalkan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, dengan kegiatan ini terbantu sekali. Dan mudah mudahan apa yang akan dilakukan oleh KKP nantinya juga bisa menambah daya tarik wisata Kawasan Mandeh ini di tingkat regional ataupun secara nasional,” ujar Rusma Yul Anwar.

Sementara itu, salah satu juri turnamen Oki Refianto menerangkan penjurian bersama dua juri lainnya berjalan sengit lantaran objek-objek bawah laut Mandeh indah dan unik.

Untuk kapal Boelongan misalnya, masih berwujud nyaris utuh meski sudah 100 tahun berada di dasar laut.

Kondisi tersebut diperkirakan karena bangkai kapal berada di perairan payau dengan kadar garam tidak begitu tinggi. Kadar garam mempengaruhi tingkat korosi besi dan elemen-elemen lain yang menempel pada kapal.

“MV Boelongan ini unik sekali, satu-satunya di dunia. Dan bangkainya di Mandeh paket komplit karena bisa jadi objek macro maupun wide angle. Karya-karya para peserta juga sangat luar biasa berkualitas, dan kami seobjektif mungkin melakukan penilaian,” ungkap Oki yang merupakan pelopor penyelaman lokasi tenggelamnya Kapal MV Boelongan pada tahun 2013.

Sebagai informasi, kategori yang diturnamenkan yakni foto macro dan wide angle, serta video kreatif berdurasi satu menit dengan hadiah utama Piala Bergilir Menteri Kelautan dan Perikanan, uang tunai, serta sejumlah piranti teknologi. Penjurian berlangsung 19 Agustus dilanjutkan dengan penguman para pemenang.

Pemberian hadiah bagi pemenang akan diserahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di puncak acara yang berlangsung di Kota Padang pada Minggu 21 Agustus 2022.

Kegiatan di puncak acara Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut di antaranya aksi bersih sampah di Pantai Purus dengan melibatkan ratusan peserta, pameran foto bawah laut yang dihasilkan para peserta turnamen, Festival Maelo Pukek, dan kegiatan lainnya. (ATN)

Tags: Green TourismPariwisata BerkelanjutanWisata Bahari
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.