• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Planet Bumi akan Alami Pemanasan Dahsyat 2025 Mendatang

by Redaksi Asiatoday
May 27, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemanasan Global Capai Suhu Tertinggi, Waspadai Risiko Bencana

Pemanasan Global. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemanasan global kini makin mengancam kehidupan planet bumi.

Organisasi Meteorologi Dunia memperkirakan, 2025 mendatang, planet bumi akan mengalami pemanasan yang dahsyat. Bahkan pemanasan ini melampaui batas suhu yang coba dicegah oleh perjanjian iklim Paris.

Selain suhu panas, Organisasi Meteorologi Dunia juga menyebutkan bahwa Samudera Atlantik akan terus menghasilkan badai yang lebih berpotensi berbahaya daripada sebelumnya.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Untuk tahun ini, ahli meteorologi mengatakan sebagian besar daratan di belahan bumi bagian utara akan lebih hangat 1,4 derajat atau 0,8 derajat Celcius daripada dekade terakhir. Kemudian, bencana kekeringan di Amerika bagian barat daya akan terus berlanjut.

Kesepakatan iklim Paris 2015 menetapkan tujuan untuk menjaga pemanasan hingga sekarang. Laporan tersebut mengatakan ada kemungkinan satu dari lima tahun ke depan akan menjadi 1,5 derajat Celcius atau 2,7 derajat Fahrenheit lebih tinggi daripada masa praindustri. Tahun lalu, grup yang sama memperkirakan 20 persen kemungkinan hal itu terjadi.

“Peluang berlipat ganda ini terjadi karena peningkatan teknologi yang menunjukkan bahwa dunia akan menghangat lebih dari yang kita duga, terutama di wilayah kutub yang dipantau dengan ringan,” kata Leon Hermanson, Ilmuwan iklim di Met Center Inggris yang membantu dalam ramalan, dikutip dari apnews, Kamis (27/5/2021).

Ilmuwan iklim Pennsylvania State University Michael Mann, yang bukan bagian dari laporan tersebut, meyakini dunia akan melebihi ambang batas pemanasan Paris. Perkiraan tersebut setidaknya sekali dalam beberapa tahun ke depan. Namun jika satu atau dua tahun meningkat di atas 1,5 derajat Celcius atau 2,7 derajat Fahrenheit tidak mengkhawatirkan. Angka tersebut seperti ketika tren suhu saat musim panas secara keseluruhan.

“Panas paling tinggi tersebut mungkin tidak akan terjadi selama beberapa dekade dan masih bisa dicegah,” jelas Mann. (ATN)

Tags: Global WarmingParis AgreementPemanasan GlobalPerubahan IklimPlanet BumiSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.